Breaking News:

Malabsorbsi Nutrisi Sebabkan Feses Berbau Busuk dan Sejumlah Masalah Lain pada Pencernaan

Malabsorbsi atau ketidakefektifan dalam menyerap nutrisi bisa disebabkan oleh berbagai masalah berikut ini

Pixabay
Ilustrasi - Feses atau tinja berbau menyengat bisa menjadi tanda malabsorbsi nutrisi 

TRIBUNHEALTH.COM - Malabsorbsi nutrisi dapat menyebabkan tinja berbau busuk dan sejumlah masalah kesehatan lainnya.

Malabsorbsi nutrisi terjadi ketika tubuh tidak dapat secara efektif menyerap nutrisi dari makanan yang dimakan, dilansir TribunHealth.com dari Insider.

Jika tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, mungkin akan muncul gejala:

  • Sering diare
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja atau tiba-tiba
  • Kotoran besar
  • Kotoran yang mengapung di mangkuk toilet dan tampak berminyak atau berwarna terang
  • Kembung dan gas.

Kendati tinja yang berbau busuk bisa menjadi tanda malabsorbsi, kondisi ini juga bisa disebabkan beragam masalah kesehatan lain. Jadi, penting untuk tidak melakukan diagnosis sendiri. Alangkah baiknya segera menemui dokter dan melakukan pemeriksaan.

Kemungkinan penyebab

ilustrasi feses berbau menyengat
ilustrasi feses berbau menyengat (lifestyle.kompas.com)

Banyak hal yang dapat menyebabkan sindrom malabsorpsi, dari penyakit tertentu hingga infeksi atau masalah perkembangan.

Dilansir situs medis Healthline, faktor-faktor yang dapat menyebabkan sindrom malabsorpsi meliputi:

  • kerusakan usus akibat infeksi, peradangan, trauma (cedera), atau pembedahan
    penggunaan antibiotik dalam waktu lama
  • kondisi lain seperti penyakit celiac, penyakit Crohn, pankreatitis kronis, atau cystic fibrosis
    defisiensi laktase, atau intoleransi laktosa
  • penyimpangan tertentu yang bawaan, atau hadir saat lahir, seperti atresia bilier, ketika saluran empedu tidak berkembang secara normal dan mencegah aliran empedu dari hati
  • penyakit kandung empedu, hati, atau pankreas
  • penyakit parasit
  • terapi radiasi, yang dapat melukai lapisan usus
  • obat-obatan tertentu yang dapat melukai lapisan usus, seperti tetrasiklin, colchicine, atau cholestyramine

Baca juga: Perubahan Kebiasaan BAB Bisa Jadi Gejala Kanker Usus, Waspada jika Ada Darah dalam Feses

Sindrom ini juga dapat disebabkan oleh masalah pencernaan.

Perut mungkin tidak dapat menghasilkan enzim yang dibutuhkan untuk mencerna makanan tertentu.

Atau, tubuh mungkin tidak dapat mencampur makanan yang dikonsumsi dengan enzim dan asam yang diproduksi oleh perut.

2 dari 3 halaman

Sindrom usus pendek

ilustrasi seseorang yang mengalami masalah pada usus
ilustrasi seseorang yang mengalami masalah pada usus (health.kompas.com)

Ada juga beberapa gangguan umum yang dapat menyebabkan malabsorpsi, salah satunya disebut sindrom usus pendek (SBS).

Pada SBS, usus kecil lebih pencek.

Hal ini membuat usus kurang mampu menyerap nutrisi.

SBS mungkin merupakan kelainan sejak lahir, atau mungkin disebabkan oleh pembedahan.

Baca juga: Pengobatan Penyakit Usus Buntu Sendiri Tanpa Arahan Dokter Bisa Menyebabkan Kebocoran

Penting untuk konsultasi dokter

Konsultasi dokter
Konsultasi dokter (Pexels)

Malabsorpsi dapat menunjukkan sejumlah masalah kesehatan mulai dari intoleransi laktosa hingga infeksi parasit, jadi sebaiknya hubungi dokter sesegera mungkin.

Insider menyebut dokter dapat memberikan diagnosis yang tepat dan mencari kemungkinan perawatan.

Mereka dapat merekomendasikan tes atau merujuk ke spesialis, yang dapat membantu mengidentifikasi penyebab mendasar, seperti intoleransi makanan.

Seorang spesialis juga dapat merekomendasikan perawatan atau strategi untuk mengelola gejala yang muncul.

3 dari 3 halaman

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved