Breaking News:

Selain Penggunaan Masker, Makanan yang Dikonsumsi dan Genetik Berkaitan dengan Breakout

Sejak pandemi, penggunaan masker wajib dilakukan ketika beraktivitas diluar rumah. Seringnya menggunakan masker memicu terjadinya breakout.

freepik.com
ilustrasi seseorang yang mengalami breakout 

TRIBUNHEALTH.COM - Batas waktu penggunaan masker perlu diperhatikan.

Kita tidak bisa menggunakan masker seharian, karena dapat menimbulkan terjadinya breakout atau jerawat.

Penggunaan masker disarankan 4 jam ataupun jika kondisi masker sudah basah memang sebaiknya diganti, baik masker kain maupun masker bedah.

Selain itu tentunya pemilihan bahan masker juga perlu diperhatikan.

Contohnya masker bedah yang digunakan oleh tenaga kesehatan dan sebagainya.

Banyak yang mengeluhkan breakout atau jerawat setelah menggunakan 2 lapis masker ataupun 3 lapis masker.

ilustrasi seseorang yang mengalami breakout
ilustrasi seseorang yang mengalami breakout (freepik.com)

Baca juga: Penggunaan Masker Memicu Terjadinya Breakout dan Bruntusan? Ini Kata dr. Nurwestu M.Kes., Sp.KK

dr. Nurwestu menyampaikan bahwa bahan masker yang kita gunakan ternyata sangat berpengaruh.

dr. Nurwestu juga mengatakan bahwa beliau pernah mengalami sendiri setelah menggunakan beberapa jenis masker, padahal baru saja digunakan sudah terasa sulit bernafas.

Tetapi ada juga masker yang nyaman digunakan dengan perlindungan yang baik.

Jika memang kulit mengalami breakout, disarankan penggunaan atau pemilihan maskernya disarankan untuk memilih yang baik.

2 dari 2 halaman

Cara memilih masker yang baik, terutama untuk kulit berjerawat adalah memilih masker dengan bahan katun.

Pilihlah masker berbahan katun pada lapisan dalam, karena akan menempel pada kulit dengan harapan bisa menyerap keringat dan lembut dikulit sehingga mengurangi risiko breakout

Baca juga: Mengenal Penyebab dan Ciri-ciri Breakout yang Disampaikan oleh dr. Amelica Oksariani, M.Biomed

Berbeda lagi dengan seseorang yang sering di rumah saja dan jarang menggunakan masker tetapi mengalami breakout.

dr. Nurwestu menyampaikan bahwa breakout terjadi tidak hanya karena satu faktor saja tetapi karena banyak hal.

Breakout terjadi meskipun jarang menggunakan masker perlu dilihat kembali bagaimana cara perawatan kulitnya.

Selain itu kebiasaan-kebiasaannya perlu diperhatikan, misalnya makanan yang dikonsumsi karena makanan juga bisa berpengaruh.

Tak hanya itu saja, perlu diperhatikan apakah terdapat faktor lain seperti genetik dari orangtua.

Faktor genetik ternyata akan meningkatkan risikonya.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Jogja bersama dengan dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes.,Sp.KK. Seorang dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved