Breaking News:

Sebelum Melakukan Veneer Gigi, Ketahui Jenis Beserta Perbedaan Bahan dan Ketahanannya

Veneer gigi merupakan tindakan estetika yang bertujuan untuk memperbaiki tampilan gigi. Selain estetika veneer juga meningkatkan segi fungsional.

pixabay.com
ilustrasi pemasangan veneer gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Veneer gigi memiliki 2 jenis yakni bersifat sementara dan permanen.

Pada veneer sementara menggunakan bahan tambal komposit yang dilapisis atau dilayering pada gigi depan.

Apabila veneer sementara dirawat dengan baik dan bagus, maka maka bisa bertahan dengan jangka waktu 3 sampai 5 tahun.

Berbeda lagi dengan veneer permanen yang menggunakan bahan keramik atau porselen.

Ketahanan dari veneer porselen atau veneer permanen bisa sampai 10 hingga 15 tahun.

Dari dua jenis veneer tersebut, jika menginginkan estetik maka akan lebih baik memilih veneer permanen yang menggunakan bahan porselen.

ilustrasi veneer gigi
ilustrasi veneer gigi (freepik.com)

Baca juga: Perbandingan Porselin dan Resin Komposit sebagai Bahan Veneer, Simak drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

Sedangkan pada veneer sementara dikarenakan bahan yang digunakan bersifat menyerap air dan menyerap warna, memang memiliki tantangan tersendiri seperti tidak boleh konsumsi soda, konsumsi teh dan juga kopi terlalu banyak.

Dikarenakan bahan dari veneer sementara bersifat menyerap air, sehingga mudah berubah warna.

Pada veneer permanen, selama maintenance dengan bagus dan kontrol gigi selama 6 bulan sekali maka pasien tidak akan mengalami keluhan.

Karena sifat dari keramik atau porselen tidak menyerap warna dan tidak merusak struktur dari depan gigi walaupun sering mengonsumsi makanan maupun minuman berwarna.

Dari segi perawatan veneer gigi, yakni bahan yang dilapiskan pada gigi untuk meningkatkan segi fungsional maupun segi estetika.

Baca juga: Syarat Gigi Berjejal Bisa Diatasi dengan Veneer, Simak drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati

Misalkan pada gigi yang berwarna kecoklat-coklatan sejak lahir.

Jika seseorang mengalami gigi kecoklatan sejak lahir, biasanya saat ibu sedang mengandung sering mengonsumsi antibiotik, tetracycline dan sebagainya akan berdampak pada struktur gigi.

Struktur gigi berubah warna menjadi tidak seperti gigi normal yang putih, tetapi sedikit kecoklatan.

drg. Irfan Dammar menyampaikan, itulah salah satu indikasi untuk melapisi gigi agar terlihat normal kembali dari segi estetika dan warnanya agar lebih bagus.

Selain itu, gigi yang berukuran kecil juga bisa dilapisi dengan veneer untuk meningkatkan strukturnya dari anatomi gigi yang normal.

Pada dasarnya, veneer lebih banyak untuk meningkatkan segi estetika.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Timur bersama dengan drg. Irfan Dammar, Sp.Pros(K). Seorang dokter gigi spesialis prostodonsia.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved