Breaking News:

Perilaku Menyimpang pada Anak Apakah Disebabkan oleh Pengasuhan Orangtua yang Kurang Tepat?

Pola asuh orangtua dapat mempengaruhi kepribadian anak. Serngkali kita menuumpai anak dengan perilaku menyimpang dalam kesehariannya.

kompas.com
ilustrasi anak yang mendapatkan perilaku menyimpang 

TRIBUNHEALTH.COM - Tentunya kita pernah menjumpai anak-anak yang melakukan perilaku menyimpang.

Perlu diketahui bahwa pola asuh orangtua ternyata juga mempengaruhi perilaku anak, misalnya perilaku yang menyimpang.

Adib Setiawan mengatakan, masalah-masalah pada anak dan remaja sebenarnya paling banyak disebabkan oleh pola asuh orangtua.

Contohnya orangtua yang terlalu permisif, orangtua terlalu melarang anak, kasih sayang yang berlebihan sehingga anak tidak bisa bersepeda bahkan berteman pun tidak bisa sehingga muncul masalah.

Anak yang tidak bisa bermain dengan teman pun juga dapat menajdi sebuah masalah.

Permasalahan pada anak memang dimulai dari pola asuh orangtua, atau mungkin orangtua yang terlalu galak sehingga anak menjadi tertutup.

ilustrasi anak yang mendapatkan perilaku menyimpang
ilustrasi anak yang mendapatkan perilaku menyimpang (kompas.com)

Baca juga: Apakah Memberikan Pola Asuh Juga Disesuaikan dengan Usia Anak? Berikut Penjelasan Psikolog

Anak yang sering mendapatkan pukulan dari orangtua bisa saja anak tersebut memukul temannya.

Cara mengubah perilaku anak yang menyimpang tentunya dimulai dari memperbaiki pola asuh.

Yang tadinya orangtua terlalu memanjakan anak, sebagai orangtua bagaimana caranya jangan terlalu memanjakan.

Selain itu orangtua yang terlalu otoriter kepada anak, sebaiknya anak dilatih agar mau bercerita dengan orangtua.

Apabila orangtua terlalu otoriter, maka anak tidak berani untuk bercerita ke orangtua.

Adib Setiawan menyampaikan, anak yang susah diberitahu oleh orangtua biasanya dikarenakan tidak terbiasa diberitahu atau tidak biasa diajak berdiskusi.

Baca juga: Bagaimana Pola Asuh Orangtua yang Baik Agar Anak Mau Mengikuti Aturan?

Artinya sejak kecil anak tidak biasa diajak berdiskusi, diajak berfikir bersama sehingga anak tidak bisa nurut dengan orangtua.

Sering mengajak anak berdiskusi dan duduk disatu meja yang sama bisa melatih kedekatan antara orangtua dan anak, sehingga saat memasuki masa remaja maupun dewasa sudah terbiasa untuk sharing bersama.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Health bersama dengan Adib Setiawan S.Psi., M.Psi. Seorang psikolog keluarga dan pendidikan anak.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved