Breaking News:

Adakah Faktor Resiko Terjadinya Tremor? Ini Kata dr. Ermawati Sudarsono, Sp.N

Tentu kita pernah menjumpai seseorang yang mengalami tremot. Seseorang yang mengalami tremor, bagian tubuhnya akan terlihat seperti bergerak.

tribunnewswiki.com
ilustrasi seseorang yang mengalami tremor 

TRIBUNHEALTH.COM - Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan kata tremor.

Beberapa orang mengalami tremor meskipun tidak memegang suatu benda ataupun tremor ketika memegang benda.

Tremor adalah gerakan osilasi ritmik, selang seling otot agonis dan entagonis, involunter dan tidak bertujuan.

Tremor disebabkan oleh berbagai macam hal :

- Tremor fisiologis karena ketakutan, tegang, stress

- Tremor esensial karena abnormalitas pada bagian otak (segitiga guilain mollaret) dan ada riwayat keluarga (keturunan)

- Tremor Parkinson karena penyakit Parkinson

- Tremor serebellar karena gangguan pada cerebellum

ilustrasi seseorang yang mengalami tremor
ilustrasi seseorang yang mengalami tremor (tribunnewswiki.com)

Baca juga: Pada Penderita Gagal Ginjal Setelah Cuci Darah, Apakah Tremor yang Dialami Bisa Hilang?

Pada pasien dengan tremor, terjadi getaran pada anggota gerak baik satu sisi ataupun keduanya, badan maupun leher dengan kepala tergantung dari jenis tremor dan berat ringannya tremor.

Adakah faktor resiko terjadinya tremor?

Berikut penjelasan dr. Ermawati Sudarsono, Sp.N. yang telah menjadi narasumber Tribunhealth.com.

Ermawati adalah seorang dokter spesialis neurologi (saraf).

Semenjak 2018 ia berpraktek di RS Hermina hingga saat ini.

Setelah sebelumnya, ia menjadi dokter jaga di sejumlah klinik dan IGD di wilayah kota Surakarta.

Kini dirinya menjadi anggota IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan anggota PERDOSNI (Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia) cabang Surakarta.

Baca juga: Apa Saja yang Dirasakan ketika Mengalami Tremor? Ini Kata dr. Ermawati Sudarsono, Sp.N

Sebelum menjadi seorang dokter spesialis saraf, Ermawati telah menempuh sejumlah jenjang pendidikikan.

Ia menempuh pendidikan SMA di SMAN 4 Surakarta dan lulus pada 2005.

Selanjutnya, dirinya langsung memasuki jenjang pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran UNS Prodi Pendidikan Dokter (2005-2009).

Tepat pada tahun yang sama, ia dinobatkan sebagai dokter Muda RSUD Dr. Moewardi Surakarta (2009-2011).

Tidak puas sampai disitu, Ermawati kembali menuntaskan pendidikannya di Fakultas Kedokteran UNS Prodi Dokter Spesialis Neurologi/Saraf (2014-2018).

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved