Breaking News:

Waspada Demam Berdarah pada Anak-anak yang Dijelaskan dr. Huminsa Ranto Sp.A, M.Sc.

Sebenarnya demam berdarah bisa dialami berbagai usia. Namun, anak-anak tergolong rentan mengalami penyakit demam berdarah.

pixabay.com
ilustrasi anak yang mengalami demam berdarah 

TRIBUNHEALTH.COM - Pada saat musim pancaroba, selain penyakit demam bersarah juga banyak penyakit-penyakit infeksi virus lainnya.

Demam berdarah adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue.

Infeksi virus dengue bisa menyebabkan terjadinya manifestasi perdarahan.

Klasifikasi dari WHO terdapat 4, yakni :

- Kriteria demam berdarah adalah demam yang trerjadi 2 sampai 7 hari dengan tinggi mendadak.

- Adanya manifestasi seperti mimisan, berak darah (melena), jika dilakukan pengecekan pada torniketnya positif.

ilustrasi anak yang mengalami demam berdarah
ilustrasi anak yang mengalami demam berdarah (pixabay.com)

Baca juga: Benarkah Jika Terjadinya Alergi Kulit Bisa Membuat Penderita Demam? Begini Kata dr. Ammarilis

- Adanya tanda-tanda awal dari kegagalan organ yang disebut tanda presyok

- Jika mengalami tanda berat maka akan timbul gejala syok.

Gejala syok seperti nadi tidak teraba, denyut jantung semakin melemah dan sebagainya.

Untuk kriteruia laboratoriumnya, jika anak-anak diperiksa Lab patokan yang sering dijadikan andalan adalah trombositnya.

2 dari 2 halaman

Angka trombosit dibawah 100.000 dan disertai dengan peningkatan hematokrit diatas 20 persen.

Virus Dengue dibawa pada air liur nyamuk Aedes Aegypti.

Nyamuk aedes aegypti disebut nyamuk yang suka dengan kebersihan dan sering diarea perumahan.

Nyamuk tersebut sering keluar pada jam 5 pagi saat subuh sampai jam 5 sore.

Baca juga: Orangtua Tak Perlu Cemas Jika Anak Mengalami Demam, Ini Kata dr. F. Novita Wijayati M.Si, Med, Sp.A

dr. Huminsa menyampaikan bahwa nyamuk aedes aegypti berbeda dengan myamuk aedes albopictus dan malaria.

Nyamuk malaria lebih menyukai tempat yang rimbun seperti pepohonan dan hutan.

Sedangkan nyamuk aedes aegypti tidak menyukai lingkungan hutan, tetapi lebih menyukai habitat manusia.

Sehingga kita harus menjaga kebersihan rumah agar terhindar dari nyamuk aedes aegypti.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Lampung Official bersama dengan dr. Huminsa Ranto Sp.A, M.Sc. Seorang dokter spesialis anak Rumah Sakit Mardi Waluto Metro.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved