Breaking News:

Kenali Beragam Penyebab Muntah pada Bayi dan Anak, Segera Temui Dokter jika Disertai Gejala Lain

Orangtua harus menemui penyedia layanan kesehatan jika gejala tertentu lainnya menyertai muntah

health.grid.id
ilustrasi bayi yang mengalami muntah 

TRIBUNHEALTH.COM - Muntah bisa dialami siapa saja, tak terkecuali anak-anak.

Muntah itu sendiri bukanlah suatu kondisi atau penyakit, kata dokter kedokteran keluarga Matthew Goldman, MD di laman Cleveland Clinic.

Muntah adalah gejala dari masalah lain.

Karenanya, kunci untuk mengobatinya adalah menemukan sumber masalah yang mendasari.

Namun untuk menentukan dengan tepat apa yang ada di balik serangan muntah pada anak mungkin tidak mudah, kata Dr. Goldman.

Baca juga: Ibu Mengalami Postpartum Depression, Apakah Ada Dampak Buruknya untuk Bayi?

“Anak-anak, terutama yang lebih muda, terkadang lebih sensitif terhadap bakteri tertentu, sehingga mereka mungkin lebih rentan terhadap virus atau keracunan makanan,” katanya.

"Mereka tidak merespons dengan cara yang sama seperti orang dewasa dengan sistem kekebalan yang lebih berkembang."

Dilansir TribunHealth.com dari Cleveland Clinic berikut ini berbagai kemungkinan panyebab muntah pada anak.

Bayi dan balita

Ilustrasi bayi muntah
Ilustrasi bayi muntah (health.grid.id)

Baca juga: Memahami Alasan Munculnya Gigi pada Bayi Sejak Lahir, Bisa Disebabkan Defisiensi Makanan Tertentu

Kadang-kadang masalah anatomi menjadi penyebab muntah pada bayi dan balita.

2 dari 3 halaman

Dalam kasus tersebut, dokter sering dapat memperbaikinya sebelum anak mencapai usia dewasa, kata Dr. Goldman.

Pada bayi, mungkin terjadi gumoh berlebihan atau refluks asam.

Sementara para balita, biasanya disebabkan virus perut, katanya.

Anak-anak dan remaja

ilustrasi seorang anak yang mengalami muntah
ilustrasi seorang anak yang mengalami muntah (freepik.com)

Baca juga: dr. Sandi Nugraha, Sp.A Sebut Gumoh Wajar Terjadi pada Bayi, Ini yang Bisa Dilakukan Orangtua

Pada anak yang lebih besar, dokter mungkin mempertimbangkan penyebab lain, termasuk penyakit umum (seperti infeksi virus) hingga situasi darurat (seperti overdosis zat beracun atau radang usus buntu).

Tergantung pada berbagai gejala, dokter mungkin menyelidiki masalah perut atau pencernaan, termasuk:

  • Tukak lambung
  • Tukak lambung
  • Pankreatitis
  • Penyakit radang usus
  • Stenosis pilorus (suatu kondisi yang mencegah makanan lewat dari lambung ke usus kecil)

Dalam kasus lain, dokter mungkin melihat tanda-tanda kondisi dengan aspek psikologis yang kuat, seperti bulimia atau sindrom muntah siklik psikiatri.

Ada juga saat-saat ketika seorang dokter mungkin mencurigai kehamilan.

Kapan sebaiknya anak ke dokter?

ilustrasi cek kesehatan anak ke dokter
ilustrasi cek kesehatan anak ke dokter (health.grid.id)

Episode muntah yang singkat biasanya tidak mengkhawatirkan, kata Dr. Goldman.

3 dari 3 halaman

Tetapi orangtua harus menemui penyedia layanan kesehatan jika gejala tertentu lainnya menyertai muntah.

Perhatikan penurunan buang air kecil pada anak yang mengalami masalah muntah.

Untuk bayi, ini berarti tidak ada popok basah dalam waktu 6 jam.

Baca juga: 3 Fase Sakit Kepala Migrain dan Gejala yang Muncul, Bisa Terjadi Mual dan Muntah

Juga, jika bayi mengalami muntah proyektil, hubungi dokter segera.

Perhatikan juga tanda-tanda dehidrasi berikut ini:

  • Kurangnya air mata saat menangis
  • Mulut kering
  • Mata cekung
  • Tangan dan kaki dingin dan lembap
  • Kekurangan energi

Jika ada gejala yang mengkhawatirkan, hubungi penyedia layanan kesehatan agar anak segera mendapat perawatan.

Baca berita tentang kesehatan umum lainnya di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved