Breaking News:

Perlukah Gunakan Kacamata Anti Radiasi Saat Menggunakan Laptop & Gadget? Begini Jawaban dr. Irfan

Penggunaan kacamata anti radiasi dapat digunakan ataupun tidak digunakan tergantung dengan kebutuhan masing-masing, begini penjelasan dr. Irfan.

Pixabay
Ilustrasi penggunaan kacamata anti radiasi saat di depan laptop, berikut ulasan dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M 

TRIBUNHEALTH.COM - dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M memaparkan, penggunaan gadget di masa pandemi ini terus meningkat dan hal ini meningkatkan kasus mata minus pada kebanyakan orang.

Pasalnya penggunaan gadget berkaitan dengan penglihatan dekat dan salah satu risiko dari penglihatan dekat yang dilakukan secara terus menerus adalah terjadinga gangguan refraksi mata, salah satunya mata minus.

Gangguan refraksi mata merupakan suatu kondisi dimana cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan dengan jelas yang akhirnya membuat bayangan benda terlihat buram atau tidak jelas.

Sedangkan mata minus atau rabun jauh adalah suatu kelainan refraksi dimana cahaya sejajar yang masuk ke dalam mata dalam keadaan istirahat, sehingga menghasilkan bayangan di depan retina yang akhirnya membuat seseorang kesulitan dalam melihat benda jarak jauh.

Lantas apakah saat menggunakan gadget atau laptop perlu menggunakan kacamata anti radiasi untuk menghindari terjadinya mata minus?

Baca juga: Kebiasaan Merokok Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mata, Berikut Ulasan dr. Muhammad Irfan

Ilustrasi aktivitas menggunakan gadget, berikut ulasan dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M
Ilustrasi aktivitas menggunakan gadget, berikut ulasan dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M (Pixabay)

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Mata, dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Tribun Timur.

Menurut penuturan dr. Irfan, penggunaan kacamata memang diperlukan ketika seseorang tersebut sudah mengalami permasalahan mata minus.

Terlebih lagi jika usianya sudah memasuki 40 tahun, kondisi tersebut memang membutuhkan kacamata untuk melihat jarak dekat dengan jelas.

Sedangkan penggunaan kacamata anti radiasi saat menggunakan gadget, sampai sekarang hal tersebut masih dalam penelitian.

dr. Irfan menyampaikan, penelitian mengenai penggunaan kacamata anti radiasi masih berlangsung, serta dalam penelitan tersebut menemui pro dan kontra.

Baca juga: Bagaimana Cara Mencegah Kecanduan Gadget pada Anak? Begini Tips dari Psikolog Aully Grashinta

ilustrasi seseorang yang sering menatap layar komputer tanpa menggunakan kacamata anti radiasi, berikut ulasan dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M
ilustrasi seseorang yang sering menatap layar komputer tanpa menggunakan kacamata anti radiasi, berikut ulasan dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M (kompas.com)
2 dari 3 halaman

Beberapa penelitian menyebutkan jika sinar radiasi terutama sinar biru memang memiliki efek yang tidak baik untuk mata, sehingga membutuhkan kacamata anti radiasi.

Namun beberapa penelitian lainnya ada yang mengatakan bahwa sinar biru memiliki efek yang baik untuk mata, sehingga penggunaan kacamata anti radiasi tidak diperlukan.

"Jadi memang beberapa ilmuan masih meneliti, penelitian itu masih seimbang karena ada yang bilang menggunakan kacamata anti radiasi itu perlu, dan ada bilang tidak perlu menggunakan kacamata anti radiasi karena tidak ada efeknya sama sekali," jelas dr. Irfan.

Dapat disimpulkan, penggunaan kacamata anti radiasi dapat digunakan ataupun tidak digunakan tergantung dengan kebutuhan masing-masing, namun untuk mata minus dianjurkan untuk menggunakan kacamata.

Meskipun begitu, dr. Irfan memberikan beberapa tips supaya mata tidak berisiko mengalami mata minus saat menggunakan gadget ataupun laptop.

Baca juga: Menatap Layar Gadget Membuat Mata Lelah, dr. Wida Vianita Sarankan untuk Mengistirahatkan Mata

Ilustrasi kacamata anti radiasi untuk menghalau radiasi sinar biru, berikut ulasan dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M
Ilustrasi kacamata anti radiasi untuk menghalau radiasi sinar biru, berikut ulasan dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M (Pixabay)

- Gunakan gadget dan laptop dalam kurun waktu kurang dari 2 jam

dr. Irfan menganjurkan untuk tidak bermain gadget atau menggunakan laptop dalam kurun waktu lebih dari 2 jam atau melihat dekat dalam kurun waktu 2 jam.

Kondisi ini dapat menyebabkan mata cepat lelah hingga mata kering, oleh sebab itu ketika laptop dan gadget dibutuhkan untuk bekerja, sebaiknya mata diberikan jeda untuk istirahat.

- Terapkan rule 20-20-20

Beberapa orang memang diharuskan menggunakan laptop dan gadget untuk bekerja, sehingga mata terpaksa melakukan penglihatan dekat.

3 dari 3 halaman

Kendati demikian, dr. Irfan menghimbau untuk melakukan rule 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat dekat, istirahatkan mata selama 20 detik dan melihat benda yang jauhnya 20 kaki atau 6 meter.

Namun jika waktu melihat laptop dan gadget sudah 2 jam, maka disarankan untuk mengistirahatkan mata selama 20 menit.

Baca juga: Apakah Penggunaan Gadget Bisa Sebabkan Mata Silinder? Simak Penjelasan Dokter Spesialis Mata Berikut

"Tidak perlu menghitung 20 menit, setiap kita sadar kita bisa melihat jauh sebentar."

"Ketika sudah melihat laptop atau gadget selama 2 jam, sebaiknya istirahatkan mata selama 20 menit, bisa coffe break misalnya," terang dr. Irfan.

Dengan melakukan dua hal tersebut, diharapkan risiko terkena mata minus dapat berkurang, meskipun harus menggunakan laptop atau gadget dalam aktivitas sehari-hari.

Penjelasan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Mata, dr. Muhammad Irfan K, M.Kes., Sp.M dalam tayangan YouTube Tribun Timur pada 23 Juni 2022.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/IR)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved