Breaking News:

Kasus Covid 19 Meningkat, Kepala P2P Jakarta Imbau Masyarakat dengan Penyakit Komorbid Lebih Waspada

dr. Dwi Imbau bagi yang memiliki penyakit komorbid untuk lebih waspada dan harus memiliki mekanisme pemantauan yang lebih.

health.grid.id
Ilustrasi perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia 

TRIBUNHEALTH.COM - Kasus Covid-19 di DKI Jakarta mengalami peningkatan beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terdapat penambahan kasus Covid-19 hingga 1 Agustus 2022 mencapai 1.486 kasus.

dr. Dwi Oktavia Handayani, TLH. M.Epid - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, peningkatan kasus harian di DKI Jakarta mencapai 2.800 sampai 3.000. sedangkan, kasus aktif di Jakarta saat ini mencapai 23.000.

Baca juga: Waspada Penularan Covid-19 kepada Anak-anak dan Ibu Hamil, Ini Kata Dokter

“Jadi situasi kasus di DKI Jakarta, peningkatan kasus harian itu dikisaran angka 2.800 sampai 3.000. Kalau di lihat dari pasien aktif kalau yang masih menjalani isolasi maupun perawatan saat ini di Jakarta di angka 23.000,” tegas Dwi dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi covid19.go.id.

Dwi juga menambahkan bahwa keterisian tempat tidur di rumah sakit sekitar 22 persen dan ruang ICU 16 persen.

Ilustrasi Covid-19 di Indonesia
Ilustrasi Covid-19 di Indonesia (tribunnews.com)

Baca juga: Banyak Anak Belum Imunisasi Dasar Lengkap karena Pandemi, Menkes Buat Program Berorientasi PHBS

Kondisi ini dirasa cukup untuk merawat pasien yang mengalami kondisi yang berat dan memiliki komorbid.

“Kapasitas ini cukup baik dan sekaligus mungkin mayoritas kasus Covid-19 ini kondisinya ringan sehingga tidak membutuhkan rawat inap di rumah sakit, cukup untuk melakukan isolasi di tempat tinggal."

"Kemudian sebagian kecil dari mereka perlu perawatan di rumah sakit karena memang kondisinya cukup berat lantaran mempunyai komorbid yang perlu perawatan di rumah sakit.” Imbuh Dwi.

Baca juga: Sadari Pentingnya Vaksinasi Covid-19 pada Anak-anak untuk Mengurangi Resiko Menularkan

Dwi juga menyarankan agar mereka yang memiliki penyakit komorbid untuk lebih waspada dan harus memiliki mekanisme pemantauan yang lebih.

“Pada mereka yang mengalami sakit Covid-19 dan mempunyai komorbid memang harus lebih diwaspadai, mekanisme pemantauan pada mereka yang sedang menjalani isolasi maupun di rawat inap sesuai kebutuhan, jika mempunyai komorbid yang tidak terkendali pasti dokter yang di fasilitas kesehatan akan memberikan perawatan kebutuhan medis sesuai dengan pasien tadi,” Ujarnya.

Ilustrasi kasus Covid-19 alami peningkatan
Ilustrasi kasus Covid-19 alami peningkatan (Pixabay.com)

Baca juga: Tak Hanya Melindungi Diri Sendiri, Melakukan Vaksinasi Covid-19 Juga Melindungi Orang Lain

Selain itu, Dwi juga mengatakan bahwa selama kurun waktu 3 bulan penderita Covid-19 yang memiliki gejala berat hingga meninggal dunia mencapai 48 persen karena mereka belum melakukan vaksin atau hanya vaksin satu kali.

Segera Booster dan Tetap Prokes

Dalam kesempatan yang sama, Dr. dr. Fathiyah Isbaniah, Sp.P(K)., M.Pd Ked. Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan/Tim Subbidang Optimalisasi Faskes Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan, bahwa tingkat vaksinasi booster masih sangat rendah.

Baca juga: Kasus Positif Naik 6 Kali Lipat, Wiku Ingatkan Masyarakat Tertib Prokes

"Satu lagi, cakupan vaksinasi kita terutama booster masih dibawah 30 persen, begitu juga yang kedua belum terlalu tinggi dan diharapkan bisa melampaui lebih dari 70 persen untuk mencapai suatu keadaan yang dinamakan Health Rate Imunity," Ungkap Fathiyah.

Fathiyah juga mengingatkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum selesai dan virus masih tetap bersirkulasi. Dengan melakukan vaksinasi lengkap dan booster dapat memperkecil perburukan gejala Covid-19.

Ilustrasi menerapkan protokol kesehatan
Ilustrasi menerapkan protokol kesehatan (Freepik.com)

Selain itu, kelompok masyarakat dengan daya tahan rendah, seperti lansia, orang dengan komorbid, terutama komorbid yang tidak terkontrol untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan hati-hati.

"Tetap melakukan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan cuci tangan," tutup Fathiyah.

Baca juga: Sadari Pentingnya Vaksinasi Covid-19 pada Anak-anak untuk Mengurangi Resiko Menularkan

(TRIBUNHEALTH)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved