Breaking News:

Mengapa Ada Orang yang Kuat Makan Pedas dan Tidak? dr. Kaka Renaldi, Sp.PD, KGEH Ungkap Penyebabnya

dr. Kaka Renaldi, Sp.PD, KGEH menjelaskan penyebab ada orang yang kuat makan pedas dan tidak.

Penulis: Ranum Kumala Dewi | Editor: Ahmad Nur Rosikin
lifestyle.kompas.com
Ilustrasi makan-makanan pedas 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologihepatologi,
dr. Kaka Renaldi, Sp.PD, KGEH menjelaskan penyebab ada orang yang kuat makan pedas dan tidak.

Bukan rahasia umum, bahwa makanan pedas telah menjadi idola bagi kebanyakan masyarakat Indonesia.

Bagi penyuka makanan pedas, rasanya tidak lengkap bila mengonsumsi suatu makanan tidak ada sambal atau saos yang dianggap bisa menggugah selera makan.

Baca juga: Hati-hati, Ternyata Stres Bisa Memicu Asam Lambung Menjadi Naik, Begini Penjelasan dr. Kaka Renaldi

Namun disamping penyuka pedas, tidak sedikit pula masyarakat yang tidak menyukai pedas alias tidak tahan terhadap makanan pedas.

Karena hal tersebut, kira-kira apa yang menjadi penyebab ada orang yang kuat makan pedas dan tidak?

Ilustrasi gemar konsumsi makanan pedas
Ilustrasi gemar konsumsi makanan pedas (bali.tribunnews.com)

Untuk memahaminya, simak penjelasan Kaka berikut ini yang dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTv.

Menurut penuturannya, di dalam perut terdapat mukus.

Baca juga: Benarkah Usus Buntu Disebabkan karena Biji Cabai? Simak Penjelasan dr. Andreas Cahyo Sp.B

Mukus disebut sebagai tempat pertahanan lini pertama di lambung.

Jadi setiap ada faktor agresif, seperti makanan pedas, kuman, atau bakteri akan berhadapan dengan mukus terlebih dahulu.

Pada permulaan, perut tidak akan masalah jika mengonsumsi makanan pedas.

Ilustrasi perut yang tidak bermasalah ketika makan pedas
Ilustrasi perut yang tidak bermasalah ketika makan pedas (nakita.grid.id)
2 dari 3 halaman

Namun seiring berjalannya waktu, jika terlalu berlebihan, maka pertahanannya sudah lewat.

Maka itu akan mengakibatkan perut terasa sakit dan produksi asam lambung menjadi meningkat.

Baca juga: Apakah Salah Satu Cara Menghilangkan Rasa Pedas dengan Minum Susu? Begini Kata dr. Kaka Renaldi

Jika tidak segera diobati, makan akan terjadi ulcus (perut seperti sobek sedikit).

"Ulkus harus segera diobati, kalau tidak nanti jadi berbahaya," papar Kaka.

Boleh Makan Pedas

Sebenarnya mengonsumsi makanan pedas itu sah-sah saja. Asal tidak berlebihan.

Ilustrasi sedang mengonsumsi makanan pedas
Ilustrasi sedang mengonsumsi makanan pedas (lifestyle.kompas.com)

Namun bagi beberapa orang mengonsumsi makanan pedas adalah hal yang harus dihindari karena tidak kuat untuk dikonsumsi.

Kondisi demikian wajar terjadi, lantaran saraf perasa yang dimiliki sangat sensitif.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Konsumsi Makanan Pedas Dapat Menyebabkan Penyakit Usus Buntu?

Walau demikian, untuk masyarakat Asia, seperti orang Sunda atau Sumatra yang biasa mengonsumsi makanan pedas sejak kecil, maka perut sudah terlatih.

Sehingga lambung membuat pertahanan sendiri, termasuk saraf perasa yang sudah terbiasa dengan makanan pedas.

Ilustrasi lambung
Ilustrasi lambung (pixabay.com)
3 dari 3 halaman

Namun perlu diingat, meski perut sudah terbiasa dengan rasa pedas, jangan pernah berlebihan mengonsumsi makanan satu ini.

Penjelasan dr. Kaka Renaldi, Sp.PD, KGEH ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Tags:
Tribunhealth.comdrg. R. Ngt. Anastasia RirienWarna gusiWarna gusi gelapDepigmentasianomaliKesehatan gusi Alap-alap Capung
BERITATERKAIT
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved