Breaking News:

Apakah Gigi Ompong dapat Mempengaruhi Bentuk Wajah dan Nada Bicara? Ini Kata drg. Munawir

Kondisi gigi ompong tentu akan mempengaruhi rasa percaya diri seseorang. Seringkali seseorang dengan gigi ompong memilih untuk menggunakan gigi palsu.

grid.id
ilustrasi seseorang dengan gigi ompong 

TRIBUNHEALTH.COM - Terdapat beberapa artikel yang menagatakan bahwa kondisi gigi ompong dapat mempengaruhi bentuk wajah dan nada bicara seseorang.

Dr. drg. Munawir menyampaikan bahwa kondisi gigi ompong dapat mempengaruhi bentuk wajah dan nada bicara seseorang.

Fungsi utama dari gigi salah satunya ialah estetika.

Begitu seseorang mengalami kehilangan gigi, otomatis bentuk wajah secara keseluruhan pasti akan terlihat berbeda apabila gigi sempurna atau belum ada yang tanggal.

Begitu juga dengan fungsi berbicara, orang yang mengalami gigi ompong pasti sedikit merasa terdengar sedikit berubah pengucapan atau bicaranya dibandingkan dengan orang yang belum mengalami kehilangan gigi.

ilustrasi seseorang dengan gigi ompong
ilustrasi seseorang dengan gigi ompong (grid.id)

Baca juga: Pentingnya Orangtua Memahami Tumbuh Kembang Anak yang Baik Menurut Grafik

Seseorang yang mengalami kehilangan gigi atau gigi ompong harus segera melakukan pemasangan gigi palsu.

Dr. drg. Munawir menyarankan, seseorang yang mengalami kehilangan gigi sangat dianjurkan untuk segera menggunakan gigi palsu.

Karena kondisi gigi ompong dapat mempengaruhi etsetika seseorang.

Secara singkat bahwasannya penggunaan atau pembuatan gigi tiruan kepasa pasien pertama kali dilihat indikasinya.

Indikasi dari penggunaan gigi tiruan tersebut yaitu gigi tiruan digunakan pada pasien atau orang-orang yang mengalami kehilangan gigi.

Baca juga: Kenali Asal Muasal Terjadinya Gigi Impaksi dari Dr. drg. Munawir H. Usman, SKG., MAP

2 dari 2 halaman

Adapun pilihan-pilihannya dapat dikonsultasikan kepada dokter, yang mana kira-kira cocok atau yang lebih baik digunakan oleh pasien tersebut.

Tahap selanjutnya adalah melakukan pencetakan pada pasien untuk mendapatkan model daripada gigi geligi dan rahang dari pasien.

Pencetakan gigi palsu ini benar-benar harus akurat dan sangat penting karena laboratorium yang membuat gigi tiruan berdasarkan pada model hasil cetakan tersebut.

Kemudian tahap selanjutnya adalah melakukan proses yang bernama Try-in, yaitu mencobakan gigi tiruan tersebut kepada pasien.

Apabila tidak ada masalah dan tidak ada keluhan, maka bisa dilanjutkan dengan proses insersi atau pemasangan gigi tiruan.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Health bersama dengan Dr. drg. Munawir H. Usman SKG., MAP. Seorang dokter gigi RS Undata Sulwesi Tengah. Kamis (30/9/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved