Breaking News:

drg. R. Ngt. Anastasia Ungkap Upaya Dokter Gigi untuk Mengetahui Penyebab Gigi Anak Terlambat Erupsi

Menurut drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati biasanya dokter gigi akan melakukan foto rontgen untuk mengetahui kondisi gigi secara keseluruhan.

bobo.grid.id
Ilustrasi anak terlambat erupsi gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati sarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Gigi anak yang belum menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan tentu membuat para orang tua khawatir.

Umumnya rasa cemas akan menggelayuti apabila terdapat hambatan pertumbuhan pada tubuh anak.

Setiap manusia akan mengalami dua fase pertumbuhan gigi, yakni gigi susu dan gigi permanen.

Gigi susu pada anak akan mulai tumbuh sekitar usia 6 bulan sampai 1 tahun.

Pasalnya gigi susu akan tumbuh lengkap saat anak berusia 3 tahun.

Setelah itu, saat anak menginjak usia 6 tahun, gigi susu tersebut satu per satu akan digantikan dengan gigi permanen sampai berusia 12 tahun.

Apabila gigi anak belum erupsi pada usia seharusnya, biasanya dokter gigi akan melakukan foto rontgen untuk melihat apakah benih gigi penggantinya sudah ada atau belum serta memastikan apakah gigi pengganti berada di posisinya atau tidak.

Baca juga: Pola Asuh Akan Memengaruhi Kepribadian dan Karakter Anak, Adib Setiawan Ungkap Tipe-tipe Pola Asuh

Ilustrasi gigi anak, menurut drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati dengan foto rontgen dokter gigi akan mengetahui kondisi gigi anak
Ilustrasi gigi anak, menurut drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati dengan foto rontgen dokter gigi akan mengetahui kondisi gigi anak (kompas.com)

Dengan melakukan foto rontgen tentu dokter gigi bisa mengetahui kondisi gigi anak.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribunnews program Sapa Dokter edisi 18 Maret 2022.

Baca juga: Mengetahui Beberapa Perawatan Hingga Prosedur yang Dilakukan untuk Menghilangkan Jerawat Punggung

"Bisa menjadi pedoman bagi kami untuk bisa mengetahui proses tumbuh dari gigi penggantinya apabila ada," ucap drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati.

2 dari 3 halaman

Menurut drg. Anastasia, kadangkala orang tua menduga bahwa gigi si buah hati sudah tanggal dan sudah tidak ada.

Tetapi yang terjadi sebetulnya bukan giginya sudah tidak ada, tetapi mahkota gigi tersebut telah rusak, fraktur atau hancur dan yang tersisa di dalam adalah akar gigi.

Pada kondisi ini, dokter akan menimbang apakah akar gigi tersebut dipertahankan dalam kondisi sehat atau steril untuk menjadi batu penjuru atau menjadi pedoman bagi erupsi atau tumbuhnya gigi permanen penggantinya ataukah dokter gigi mencabutnya lalu sesegera mungkin dilakukan upaya pembuatan atau pemasangan space retainer.

Baca juga: dr. Connie Calista Tham Beberkan Perawatan Alami untuk Mengatasi Back Acne atau Jerawat Punggung

Ilustrasi anak laki-laki alami gangguan erupsi gigi, begini pemaparan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati
Ilustrasi anak laki-laki alami gangguan erupsi gigi, begini pemaparan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati (suar.grid.id)

Baca juga: Setelah Treatment Dagu Berlipat, Pasien Disarankan untuk Rutin Mencuci Wajah, Ini Alasannya

Karena apabila space atau ruang terbuka tersebut tidak sesegera mungkin dilakukan upaya menjaga menggunakan alat apabila pencabutan tadi dilakukan sebelum waktunya misalnya dilakukan pasa usia 4 tahun maka ruang akan menyempit.

Kondisi tersebut tentu akan mengganggu proses erupsi gigi geligi berikutnya.

drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati menuturkan jika bisa memicu kejadian terlambatnya erupsi, termasuk anomali posisi gigi geligi.

"Jadi dokter gigi mesti melihat secara utuh. Biasanya kami akan melihat secara utuh dan itulah pentingnya berkonsultasi pada dokter gigi," kata drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati dalam tayangan Sapa Dokter (18/03/2022).

Gangguan pada proses tumbuh kembang gigi susu maupun gigi permanen bisa memengaruhi waktu munculnya gigi di permukaan gusi atau erupsi gigi.

Variasi waktu erupsi gigi, baik gigi susu maupun gigi permanen, bisa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor lokal dan faktor sistemik.

Hal ini saling berkaitan, jika terjadi keterlambatan erupsi gigi susu, pertumbuhan gigi permanen juga akan ikut terlambat.

Baca juga: drg. Ardiansyah Benarkan Jika Penggunaan Alat Ortodonti Dipengaruhi oleh Usia dan Kasus yang Dialami

ilustrasi anak yang mengalami keterlambatan erupsi gigi, simak ulasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati
ilustrasi anak yang mengalami keterlambatan erupsi gigi, simak ulasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati (freepik.com)

Baca juga: Berikut Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum dan Sesudah Perawatan Hilangkan Dagu Berlipat

3 dari 3 halaman

Penjelasan Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribunnews program Sapa Dokter edisi 18 Maret 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved