Breaking News:

Meskipun Kasus Melandai, Orangtua Harus Menjaga Prokes Guna Mengurangi Resiko Covid pada Anak

Saat ini kasus positif Covid-19 sudah melandai, bukan berarti tidak menaati prokes. Seseorang lengah prokes beresiko membawa virus dan menularkannya

freepik.com
ilustrasi orangtua yang patuh prokes 

TRIBUNHEALTH.COM - Selama ini kebanyakan masyarakat menyangka bahwa virus Corona kecil kemungkinannya pada anak-anak.

dr. Ariantana, Sp.A menyampaikan, menurut data balita atau anak-anak terinfeksi virus Covid-19 justru dari keluarga dekat seperti orangtua.

Biasanya pada anggota keluarga yang masih bekerja, setelah beraktivitas diluar, ketika pulang ke rumah membawa virus dan menularkan kepada lingkungan serumah termasuk anaknya.

Sehingga protokol kesehatan benar-benar harus dijaga selama beraktivitas diluar, dan ketika pulang ke rumah sangat disarankan untuk mandi dan membersihkan diri terlebih dahulu setelah itu barulah bertemu dengan anak.

Seringkali orangtua lupa melakukan hal tersebut dan beresiko menularkan virus Covid-19 kepada anak-anak.

ilustrasi orangtua yang patuh prokes
ilustrasi orangtua yang patuh prokes (freepik.com)

Baca juga: Kenali Masalah yang Timbul Akibat Trauma Sebelum Erupsi Gigi, Berikut Ulasan drg. Anastasia

Sebagai orangtua juga perlu awas dengan keluarga lain yang tidak serumah agar tidak memengang balita ataupun anak, karena beresiko menularkan virus Covid-19.

Sangat disarankan dimasa pandemi ini harus menahan diri untuk tidak sembarangan memegang bati, balita ataupun anak-anak.

Meskipun keadaan sudah membaik, tetap saja harus menjaga protokol kesehatan.

Apabila tidak menjaga protokol kesehatan akan beresiko terpapar covid-19.

dr. Ariantana, Sp.A mengatakan bahwa dalam keadan melandai, orang biasanya menjadi lebih tidak aware.

Ketika keadaan sudah melandai, banyak dijumpai orang-orang yang tidak melakukan prokes dengan ketat.

Baca juga: Begini Upaya yang Bisa Dilakukan dalam Menjaga Kesehatan Gusi atau Gingiva Menurut drg. Munawir

Sementara angka penularan virus Covid-19 sebetulnya posotifity 5% tetapi masih mungkin terjadinya penularan virus Covid-19.

Sehingga kita musti takut meskipun keadan melandai dan tetap harus waspada, jangan sampai terjadi peningkatan kasus yang terulang pada anak-anak.

dr. Ariantana, Sp.A mengatakan bahwa anak-anak termasuk kelompok yang belum mendapatkan kesempatan vaksin, sehingga anak-anak lebh rnetan tertular virus Covid-19.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Jabar bersama dengan dr. Ariantana, Sp.A. Seorang dokter spesialis anak. Rabu (11/10/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved