TRIBUNHEALTH.COM - Memiliki gigi, gusi dan keseluruhan rongga mulut yang sehat tentu akan membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih nikmat dan nyaman.
Namun sangat disayangkan karena banyak orang yang belum sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan terutama di dalam lingkup keluarga.
Apabila kesehatan rongga mulut tidak dijaga tentu akan berisiko mengalami kerusakan gigi.
Perlu dipahami jika dampak dari kerusakkan gigi sangat besar baik bagi orang dewasa dan anak-anak.
Orang dewasa yang memiliki gangguan gigi dan mulut tentu bisa mengalami penurunan kinerja.
Bahkan bisa membuat tak percaya diri sampai berisiko mengalami penyakit kronis.
Baca juga: dr. Satya Perdana Benarkan Jika Keriput Tak Bisa Dihindari, Akan Tetapi Bisa Ditunda

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Konservasi Gigi, drg. Ummi Kalsum, MH.Kes., Sp.KG yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 19 Maret 2022.
Baca juga: Infus Whitening Bisa Mencegah Keriput, Namun Tidak Bisa untuk Menghilangkan Keriput
Anak-anak yang mengalami masalah gigi dan mulut bisa menyebabkan gangguan tidur dan keterlambatan pertumbuhan.
Dokter Spesialis Konservasi Gigi, drg. Ummi Kalsum, MH.Kes., Sp.KG memaparkan jika kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari tubuh.
Gigi dan mulut merupakan salah satu organ dalam tubuh yang harus dijaga.
"Baik untuk diri kita dan kewajiban kita sebagai manusia untuk tetap menjaga kesehatan," imbuhnya.
Menurut dokter gigi, kesehatan gigi dan mulut adalah hal yang paling penting karena entry point atau titik masuknya makanan maupun intake apapun ke dalam tubuh.
Orang-orang yang tidak bisa mengunyah dengan baik, dimana di dalam rongga mulutnya terdapat pembengkakan atau adanya infeksi berat, tentu saja menyebabkan tidak bisa makan dengan baik.
Hal ini akan memberikan kondisi gizi tubuh yang tidak baik, tentu saja ini bisa menjadi pertimbangan.
"Dampak lain yang bisa terjadi adalah jika tidak ada gigi untuk mengunyah makanan sebelum masuk ke dalam lambung, padahal kondisi gigi untuk pengunyahan akan memengaruhi kondisi lambugnya," terangnya.
"Jadi bayangkan, tugas yang harus diselesaikan di dalam rongga mulut, mengunyah makanan sampai halus sebelum masuk ke lambung akan dilakukan oleh lambung," timpal drg. Ummi.
Baca juga: Kaki Seorang Model Harus Diamputasi setelah Alami Komplikasi Covid-19, Punya Penyakit Jantung Bawaan

Baca juga: drg. Anastasia Memberikan Gambaran Kondisi Gigi yang Memerlukan Perawatan Saluran Akar
"Jadi jangan heran-heran juga kalau sekarang banyak yang dikit-dikit sakit, dikit-dikit bilang sakit maag. Padahal dia tidak berpikir bahwa ternyata pengunyahan tidak maksimal sehingga menjadi rusak lagi di lambungnya," pungkasnya.
Ada pula beberapa penyakit yang bermanifestasi di dalam rongga mulut.
Sehingga dengan melakukan pemeriksaan hanya di dalam mulut, maka beberapa penyakit bisa terdeteksi kesehatan tubuh kita.
Apabila estetika gigi buruk tentu seseorang tidak akan percaya diri dimana tidak bisa tersenyum dan berbicara dengan baik.
Dokter menambahkan jika estetika gigi tidak baik akan menyebabkan seseorang tidak bisa menyebutkan huruf dengan benar jika beberapa gigi ada yang hilang.
"Jadi gigi dan mulut sebenarnya ruang utama sebelum menuju ke kondisi-kondisi tubuh yang lain," lanjutnya.
Baca juga: Selain Pengaruhi Kesehatan Tulang, Kekurangan Vitamin D Bisa Sebabkan Rambut Rontok

Baca juga: Pengidap Endometriosis Lebih Berisiko Alami Kanker Ovarium, Berikut Ini Penjelasannya
Penjelasan Dokter Spesialis Konservasi Gigi, drg. Ummi Kalsum, MH.Kes., Sp.KG dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 19 Maret 2022.
(Tribunhealth.com/DN)
Baca berita lain tentang kesehatan di sini.