Breaking News:

Benarkah Pendarahan Otak Menjadi Faktor Penyebab Stroke? Simak Penjelasan dr. Felix

Pendarahan otak disebut dengan pendarahan intrakranial. Terjadinya pendarahan orak disebabkan oleh cedera kepala, hipertensi, bahkan tumor otak.

health.grid.id
ilustrasi terjadinya pendarahan otak 

TRIBUNHEALTH.COM - Pendarahan otak merupakan kondisi medis yang dikenal sebagai pendarahan intrakranial.

Darah yang bocor dari pendarahan dapat menyebabkan kompresi.

Sehingga darah yang kaya akan oksigen tidak dapat mengalir ke jaringan otak.

Kurangnya oksigen pada otak dapat menyebabkan pembengkakan atau Endema serebral, yang jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan otak.

Pendarahan otak bisa diakibatkan oleh beberapa sebab, diantaranya:

- Trauma atau cedera kepala

- Aneurisma serebral atau tonjolan diarteri otak

- Tekanan darah tinggi

ilustrasi terjadinya pendarahan otak
ilustrasi terjadinya pendarahan otak (health.grid.id)

Baca juga: Usia Diatas 12 Tahun Diperbolehkan Tanam Benang Tetapi Perlu Dipertimbangkan Tujuannya

- Kelainan pembuluh darah

- Penyakit hati

2 dari 4 halaman

- Tumor otak

dr. Felix mengatakan bahwa per tahun 2013 definisi dari stroke adalah suatu kelainan pada otak medula spinalis pada retina yang disebabkan oleh kelainan faskular, kelainan pembuluh darah yang bertahan lebih dari 24 jam.

Tipe dari stroke dibagi menjadi dua jenis, yaitu stroke perdarahan dan stroke sumbatan

Faktor resiko dari stroke dibagi menajdi dua, ada yang bisa dimodifikasi dan ada yang tidak bisa dimodifikasi.

Faktor resiko yang bisa dimodifikasi sebenarnya ada 4, yaitu:

- Usia

Baca juga: Berikut Ini 5 Dampak Buruk Bagi Kesehatan Gigi dan Mulut Akibat dari Kebiasaan Merokok

Usia diatas 55 tahun, pada penelitian resiko mengalami stroke menjadi lebih tinggi.

- Gender

Laki-laki dikatakan memiliki resiko lebih tinggi mengalami stroke dibandingkan dengan perempuan.

- Genetik (faktor keturunan dari orangtua)

3 dari 4 halaman

- Ras atau etnis tertentu

Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi sebenarnya banyak sekali, yang paling sering adalah hipertensi.

Selain stroke dengan faktor resiko hipertensi, kerap ditemui juga faktor resiko kolesterol tinggi, penyakit jantung, kadar asam urat tinggi, termasuk life style, merokok dan pola makan yang tidak sehat.

Baca juga: drg. Anastasia: Penggunaan Alat yang Tepat Agar Pembersihan Gigi Lebih Optimal

Life style sangat berpengaruh terhadap faktor resiko terjadinya stroke.

Pada pasien stroke semua kejadian tersebut terjadi secara mendadak.

Mungkin sebelum terjadi stoke tidak mengalami kejadian penyakit serius atau diketahui oleh pasien.

Pada stroke perdarahan tiba-tiba pasien mengalami sakit kepala hebat, muntah nyemprot (tidak didahului oleh mual, dan tiba-tiba muntah).

dr. Felix menyampaikan bahwa sebelum mengalami muntah nyemprot, seseorang tersebut mengalami penurunan kesadaran.

Apabila pasien masih sadar dengan baik, biasanya bibir mengalami kemiringan atau ketika berbicara suara menjadi pelo.

dr. Felix mengatakan bahwa hal tersebut menjadi karakteristik apabila terkena stroke.

4 dari 4 halaman

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV bersama dengan dr. Felix Adrian, Sp.N. Seorang dokter spesialis neurologi. Senin (4/10/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved