Breaking News:

Memiliki Gejala yang Mirip, Begini Penjelasan dr. Roro Rukmi Mengenai Perbedaan Muntaber dan Diare

Sama-sama menyerang saluran pencernaan, namun muntaber dan diare memiliki penyebab yang berbeda.

kompas.com
ilustrasi diare pada anak 

TRIBUNHEALTH.COM - Konsumsi makanan yang sembarangan tanpa memperhatikan kebersihan dari makanan tersebut bisa memicu terjadinya sakit perut.

Sakit perut adalah salah satu jenis penyakit yang banyak diderita oleh banyak orang.

Kondisi ini membuat penderita tidak nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-harinya.

Selain sakit perut, konsumsi makanan sembarangan juga dapat memicu terjadinya diare dan muntaber pada seseorang.

Namun apakah diare dan muntaber itu adalah dua hal yang sama ataukah dua hal yang berbeda?

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Anak, dr. Roro Rukmi Windi Perdani menjelaskan perbedaan dari diare dan muntaber pada tayangan YouTube Tribun Lampung News Video.

Menurut dr. Roro, diare dan muntaber adalah dua hal yang berbeda, muntaber adalah suatu gejala sedangkan diare adanya suatu penyakit.

Baca juga: Diare Bisa Terjadi hingga 4 Minggu, Berikut Ini Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

ilustrasi seorang anak yang sedang sakit perut
ilustrasi seorang anak yang sedang sakit perut (travel.kompas.com)

Muntaber adalah kepanjangan dari muntah dan berak yang merupakan gejala dari penyakit yang bernama Gastroenteritis.

Gastroenteritis dalam anatomi memiliki artian yaitu gastro adalah lambung, entral adalah usus, dan itis adalah sesuatu yang menandakan radang.

Sehingga dapat disimpulkan, gastroenteritis adalah suatu infeksi atau peradangan yang terjadi di dalam dinding saluran pencernaan terutama lambung dan usus.

Gejala dari gastroenteritis ini adalah mual, muntah, hingga berak atau buang air besar.

Sedangkan diare, menurut dr. Roro Rukmi adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami buang air besar dengan frekuensi lebih dari atau sama dengan tiga kali sehari dalam 24 jam.

Konsistensi dari wujud atau kepadatan feses lebih cair dari biasanya atau beberapa hari sebelumnya.

Jika seseorang memiliki frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali atau sama dengan tiga kali dengan bentuk kepadatan lebih cair dikatakan telah mengalami diare.

Baca juga: Diare Lebih Sering Terjadi saat Musim Hujan, dr. Prasna Pramita Singgung Faktor Kebersihan

ilustrasi balita mengalami sakit diare
ilustrasi balita mengalami sakit diare (kompas.com)

Penyakit ini biasanya berlangsung selama beberapa hari dan dalam kasus tertentu, penyakit ini bisa berlangsung dalam beberapa minggu.

Gejala awal dari diare ini biasanya sakit perut, mual, muntah, hingga buang air besar lebih sering.

Umumnya diare ini terjadi akibat konsumsi makanan dan minuman yang telah terjangkit bakteri, virus, atau parasit.

Perbedaan muntaber dan diare adalah penyebab dari penyakit tersebut.

Diare biasanya disebabkan karena makanan yang telah terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.

Sedangkan muntaber disebabkan karena virus, bukan karena bakteri atau parasit.

Penjelasan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak, dr. Roro Rukmi Windi Perdani dalam tayangan YouTube Tribun Lampung News Video pada 14 Oktober 2021.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/IR)

Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved