Breaking News:

Diare Lebih Sering Terjadi saat Musim Hujan, dr. Prasna Pramita Singgung Faktor Kebersihan

Meski demikian, sebenarnya diare bukan penyakit musiman, bisa terjadi kapan pun

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi, penyakit diare dipengaruhi musim hujan? FOTO: Warga berjalan menggunakan payung saat hujan deras yang mengguyur Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2020). BMKG memprediksi bahwa Jakarta mulai masuk musim penghujan, waspada potensi petir/kilat. 

TRIBUNHEALTH.COM - Indonesia tengah memasuki musim penghujan.

Selain bencana alam, salah satu hal yang wajib diwaspadai adalah penyakit yang lebih mudah menular.

Satu di antaranya adalah diare, yang diyakini lebih mudah menyerang saat musim hujan.

Terkait hal ini Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi, dr. Prasna Pramita sempat memberikan penjelasan ketika menjadi narasumber Ayo Sehat Kompas TV, dr. Prasna.

Dia menjelaskan diare sebenarnya bisa terjadi kapan pun tanpa mengenal musim.

Namun dia tak menampik diare lebih sering terjadi ketika memasuki musim hujan.

Baca juga: Orangtua yang Kekurangan Cairan Akibat Diare, Bisa Berakibat Fatal Terhadap Ginjal

Baca juga: dr. Prasna Pramita, Sp.PD Sebut Lansia dan Anak-anak Lebih Rentan Terkena Diare

ilustrasi lansia yang mengalami diare
ilustrasi lansia yang mengalami diare (freepik.com)

"Sebenarnya diare bisa saja sepanjang musim. Tapi pada musim hujan biasanya lebih banyak yang menderita diare," katanya, dikutip TribunHealth.com.

Mengapa bisa terjadi?

dr. Prasna menjelaskan faktor kebersihan turut berkontribusi.

Pada musim hujan, perabotan menjadi lebih mudah kotor.

Akibatnya tingkat higenitasnya menjadi kurang terjamin.

"Misalnya karena banjir, lalu makanan kurang bersih, alat makan kurang bersih, akhirnya terjadilah diare."

"Jadi lebih sering terjadi juga pada musim penghujan," paparnya.

Baca juga: Apakah Termasuk Gejala Covid Jika Merasakan Nyeri Otot, Diare, Flu tapi Tidak Demam Dok?

Baca juga: Dok, Apakah Benar Tak Boleh Makan yang Berlemak saat Diare?

Ilustrasi diare
Ilustrasi diare (Pixabay.com)

Diare sendiri kerap diindentikkan dengan intensitas buang air besar alias BAB yang lebih sering.

Tak jarang diare juga dibarengi masalah dehidrasi.

Pasalnya cairan tubuh banyak yang terbuang.

Umumnya diare berlangsug singkat, berkisar pada 2 atau 3 hari saja.

Kendati demikian kondisi ini tetap harus diwaspadai.

Terlebih lagi jika diare terjadi berulang-ulang.

Hal itu bisa disebabkan masalah lain, seperti adanya iritasi pada usus besar.

Baca juga: Dokter: Diare yang Tak Kunjung Membaik Dapat Sebabkan Komplikasi hingga Pengaruhi Kinerja Jantung

ilustrasi mengalami diare
ilustrasi mengalami diare (kompas.com)

Beberapa gejala umum yang dialami saat diare adalah sebagai berikut.

  • Feses lembek dan cair
  • Nyeri dan kram perut
  • Mual dan muntah
  • Nyeri kepala
  • Kehilangan nafsu makan
  • Haus terus menerus
  • Darah pada feses

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved