Breaking News:

Jarang Menyikat Gigi, Mengonsumsi Makanan Manis dan Asam Beresiko Tinggi Mengalami Gingivitis

Gingivitis sering dialami siapa saja, terutama mereka yang tidak memperhatikan kesehatan gigi. Gingivitis ditandai perdarahan gusi saat menyikat gigi.

intisari.grid.id
ilustrasi gingivitis atau radang gusi 

TRIBUNHEALTH.COM - Pada dasarnya, terdapat 2 masalah pada gusi apabila tidak dirawat dengan baik yaitu peradangan gusi atau gingivitis.

Gingivitis atau peradangan gusi merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri yang menyebabkan gusi bengkak hingga meradang.

Penyebab utama gingivitis adalah kebersihan mulut yang tidak terjaga.

Seseorang yang jarang menyikat gigi dan sering mengonsumsi makanan manis ataupun asam, tidak rutin memeriksakan gigi ke dokter merupakan orang yang beresiko tinggi mengalami gingivitis.

Ciri khas atau tanda-tanda dari gingivitis adalah gusi mudah berdarah saat menyikat gigi.

ilustrasi gingivitis atau radang gusi
ilustrasi gingivitis atau radang gusi (intisari.grid.id)

Baca juga: dr. Dwi Septiadi Sebut Pentingnya Pola Makan untuk Menghindari Gejala Maag

Biasanya peradangan gusi terjadi akibat dari adanya debris atau sisa makanan yang terakumulasi menjadi plak atau karang gigi.

Plak dan karang gigi muncul pada permukaan gigi dan sampai pada sub gingiva, yaitu dibawah gusi pada daerah terbuka dipinggiran gusi.

Akibat adanya karang gigi memancing terjadinya infeksi pada gusi.

Sehingga gusi bisa mengalami hiperplasia atau hipertropi gingiva.

Hiperplasia dan hipertopi gingiva yaitu terlihat pada permukaan gigi dan terjadi pembengkakan pada gusi tersebut.

Baca juga: dr. Angela Sebut Cara Menyikat Gigi Tergantung dengan Masalah pada Rongga Mulut

Gusi menjadi sangat sensitif sekali, hanya disentuh saja mudah berdarah.

Tanda-tanda dari peradangan gusi adalah saat menyikat gigi, terjadi perdaahan gusi.

Apabila gingivitis tidak mendapatkan perawatan dengan baik, maka akan dilakukan scaling untuk membersihkan karang gigi.

Scaling bertujuan untuk mengangkat penyebab dari peradangan gusi.

Jika peradangan gusi diakibatkan karena adanya plak, maka dilakukan pembersihan karang gigi.

Peradangan gusi lebih akut akan menjadi periodontitis.

Baca juga: Dr. dr. Tan Shot Yen Anjurkan Menjaga Kualitas Sel Benih dengan Pola Hidup Sehat

Periodontitis adalah peradangan jaringan pendukung gigi.

Apabila terjadi periodontitis, maka infeksi sudah meluas.

Bukan hanya pada pinggiran gusi, tetapi sudah memasuki sampai jaringan pendukung dari gigi dibwah gusi seperti tulang alveolar.

Jika lebih parah, dapat mengakibatkan terjadinya kegoyangan gigi dan lambat laun bisa terlepas.

Kegoyangan gigi biasa disebut dengan periodontitis marginalis kronis yang disertai dengan resesi gingiva.

Resesi gingiva artinya kondisi gusi mengalami penurunan.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews.com, bersama dengan Dr. drg. Munawir Usman, S.KG., M.AP. Selasa (30/3/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved