Breaking News:

dr. Carmelita Christina Jelaskan Mengenai Macam-macam Milia dan Penyebabnya

dr. Carmelita jelaskan jika milia terbentuk dari protein keratin yang terjebak di bawah kulit atau lebih tepatnya terperangkap di unit pilosebasea.

style.tribunnews.com
Ilustrasi milia pada wajah 

TRIBUNHEALTH.COM - Milia merupakan benjolan kecil yang berwarna putih atau putih kekuningan yang muncul di sekitar mata.

Milia terbentuk dari protein keratin yang terjebak di bawah kulit atau lebih tepatnya terperangkap di unit pilosebasea.

Keratin adalah salah satu protein yang ada di kulit, rambut, dan kuku.

Sedangkan unit pilosebasea adalah sebuah unit yang terdiri dari folikel rambut dan juga muara dari kelenjar sebasea atau muara dari kelenjar minyak.

Biasanya keratin akan mengalami pengelupasan dengan sendirinya.

Namun pada kasus milia ini, keratin terjebak di bawah permukaaan kulit yang mengakibatkan munculnya benjolan kecil.

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Kecantikan, dr. Carmelita Christina memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Tribun Lampung News Video.

Baca juga: dr. Merryana: Milia Terjadi pada Bayi Baru Lahir karena Saluran Pori-pori Masih Sangat Kecil

Ilustrasi milia wajah jika diperbesar
Ilustrasi milia wajah jika diperbesar (m.tribunnews.com)

Menurut dr. Carmelita, milia sering ditemukan pada bayi yang baru lahir.

Hal ini dikarenakan saluran pori-pori pada bayi masih kecil dan belum membesar, sehingga keratin terjebak di dalam pori-porinya.

Dengan bertambahnya usia, pori-pori pada bayi akan semakin membesar dan milia ini akan hilang dengan sendirinya.

Milia terbagi menjadi dua macam yaitu primary milia dan secondary milia.

Primary milia biasanya muncul pada anak-anak dan pada orang dewasa.

Primary milia atau milia primer ini biasanya akan menghilang dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Sedangkan secondary milia biasanya muncul karena adanya trauma pada kulit, misalnya akibat luka lepuh, luka bakar, atau penggunaan krim yang mengandung kortikosteroid.

Baca juga: Benarkan Milia dapat Terjadi pada Bayi dan Anak-anak saja? Berikut Ulasan dr. Merryana

Ilustrasi milia pada bayi
Ilustrasi milia pada bayi (grid.ID)

Penyebab terjadinya milia pada bayi yang baru lahir belum diketahui secara pasti apa penyebabnya.

Namun untuk secondary milia penyebabnya karena terjadinya trauma, selain itu juga bisa disebabkan karena kerusakan kulit akibat sering terpapar sinar matahari secara langsung.

Milia ditandai dengan benjolan berwarna putih atau putih kekuningan dengan diameter sekitar 1 hingga 2 milimeter.

Meskipun milia tidak menimbulkan rasa sakit, milia ini dikenal cukup mengganggu penampilan.

dr. Carmelita memaparkan untuk mencegah timbulnya milia, sebaiknya rutin membersihkan wajah dengan baik dan menghindari trauma pemicu munculnya milia.

Penjelasan ini disampaikan oleh Dokter Kecantikan, dr. Carmelita Christina dalam tayangan YouTube Tribun Lampung News Video pada 29 November 2021.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/IR)

Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved