Breaking News:

drg. Anastasia: Bakteri Gram Negatif Mengubah Protein Menjadi Material Pemicu Halitosis

Bau mulut kerapkali mengganggu seseorang dalam berbicara. Banyak yang merasa tidak percaya diri akibat terjadinya gangguan aroma mulut yang tak sedap

grid.id
ilustrasi bau mulut 

TRIBUNHEALTH.COM - Antara halitosis atau bau mulut dan aroma dari gigi yang membusuk memiliki perbedaan.

Pada halistosis, bau terdapat unsur sulfur.

Materialnya adalah folatil sulfur compound yang terbentuk dari aktifitas bakteri gram negatif.

Dalam beraktivitas membutuhkan protein, pada gram positif membutuhkan karbohidrat lalu bisa memicu kejadian gigi berlubang.

Tetapi halitosis dipicu oleh bakteri gram negatif, untuk bisa beraktivitas membutuhkan material protein.

Apabila kondisinya dari rongga mulut kita, dan benar-benar aktivitas bakteri terkait maka kebersihan jaringan-jaringan organ dalam rongga mulut yang terdapat penumpukan protein harus dibersihkan.

ilustrasi bau mulut
ilustrasi bau mulut (grid.id)

Baca juga: Bolehkah Pasang Behel Gigi ke Dokter Gigi Biasa? Ini Kata Dr. drg. Eddy Heriyanto Habar, Sp. Ort (K)

Permukaan lidah, dari pangkal lidah sampai depan adalah tempat terjadinya penumpukan protein.

Permukaan lidah kita tidak licin, tetapi ada papila lidah yang menyebar dari area pangkal hingga ke depan pada area dorsal.

Pada area yang berbentuk seperti jamur memungkinkan sisa makanan menempel, epitel-epitel lepasan dari rongga mulut terperangkap dan material protein akan diubah oleh bakteri-bakteri gram negatif untuk menjadi material yang bisa memicu kejadian halitosis.

Di area gusi, terutama area gusi yang diantara sela-sela gigi pada umumnya tidak mudah dibersihkan.

Baca juga: Bawang Putih Ampuh Mengusir Nyamuk Malaria, Ketahui Penjelasan dari dr. Robert Sinto, Sp.PD, KPTI

Termasuk tentu saja dari lubang gigi, dimana pada area tersebut kebetulan terdapat material protein.

Jenis bakteri yang bisa memunculkan halitosis, bisa dari sisa makanan yang masuk kedalam lubang gigi.

Pada kasus-kasus lain, dimana penyebabnya bukan halitosis juga memunculkan aroma tertentu.

Misal pada penderita kanker rongga mulut, memiliki aroma yang berbeda.

Pada kasus gigi berlubang yang hingga area persyarafan dan sudah sampai proses pembusukan kedalam, terjadi proses kematian pulpa, pembusukan yang terjadi pada area akar dan jaringan pendukung gigi juga bisa memunculkan aroma yang lain.

Tetapi aromanya berbeda, karena penyebab aroma berasal dari gangren.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews.com, bersama dengan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati. Seorang dokter gigi. Jumat (23/10/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved