Breaking News:

Tak Asal Cek Kolesterol, dr. Tan Shot Yen Sarankan Konsultasi dengan Dokter Terlebih Dulu

Melakukan tindakan medis tanpa saran dokter bisa berpeluang menciptakan self judgement

kompas.com
ilustrasi penyakit kolesterol 

TRIBUNHEALTH.COM - dr. Tan Shot Yen berbicara mengenai perlu tidaknya rutin cek kolesterol.

Dalam Program Malam Minggu Sehat Tribunnews, dia menyarankan untuk terlebih dulu berkonsultasi dengan dokter.

"Karena kebanyakan orang Indonesia ini agak-agak suka lancangin dokter," katanya, dikutip TribunHealth.com dari salah satu edisi Malam Minggu Sehat Tribunnews.

"Jadi pergi ke laboratorium karena lab-nya lagi diskon 20%. Lalu dia main mana yang lagi diskon, oke periksa ini, periksa begitu. Hasilnya keluar, lalu dia mulai baca lihat kiri-kanan angka normal dengan angkanya dia."

Hal ini justru akan memicu kepanikan dan self judgement.

Baca juga: Dokter Jelaskan 4 Penyakit Tak Lazim, Bisa Jadi Gejala Awal Tingginya Kadar Kolesterol

Baca juga: Sederet Tanda Tingginya Kadar Kolesterol Darah, Bisa Dilihat dari Kondisi Kaki

ilustrasi kolesterol
ilustrasi kolesterol (kompas.com)

"Kalau perlu dia pergi ke apotek bahkan, tanya sama mbak-mbak yang jaga apotik obat kolesterol."

"Nah itu dia. Ini akan mengerikan sekali," tandasnya.

Menurut dr Tan, tidak masalah rutin ke lab jika memang memiliki riwayat penyakit serius.

"Tetapi kalau anda mau medical check up atau Anda adalah orang yang baru pertama kali pengen tahu, badan saya ada apa, bicara dengan dokter Anda (dulu)," kata dr Tan.

Lalu apakah ciri kolesterol?

Baca juga: Anak Muda Perlu Waspada, dr. Mustopa, Sp.PD Sebut Kolesterol Bisa Menimpa Usia Muda

Baca juga: Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum Beberkan Fakta-fakta Kolesterol bagi Tubuh Manusia

ilustrasi kolesterol
ilustrasi kolesterol (Kompas.com)

"Biasanya kita akan sedikit suspect pada orang-orang yang punya kecenderungan akibat dari kolesterol ini," jawab dr Tan Shot Yen.

Lalu apa saja indikasinya?

Pertama orang yang memiliki kelebihan kolesterol biasanya mengelami obesitas.

"Lingkar pinggang sudah mulai lebar. Itu yang disebut dengan sindroma metabolik."

Kedua, yakni orang yang memiliki masalah hipertensi.

Ketiga, adalah orang-orang yang sudah pernah mengalami masalah diabetes dan masalah tiroid.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved