Breaking News:

Kerap Terjadi Perundungan pada Penderita Gagap Bicara, Ini Tanggapan Terapis Wicara, Hikmatun Sadiah

Berikut ini simak tanggapan Terapis Wicara, Hikmatun Sadiah mengenai perundungan yang terjadi pada penderita gagap bicara.

Kompas.com
Ilustrasi anak gagap bicara yang mendapatkan stigma negatif dari lingkungan- simak tanggapan Terapis Wicara, Hikmatun Sadiah mengenai perundungan yang terjadi pada penderita gagap bicara. 

TRIBUNHEALTH.COM - Gagap bicara merupakan istilah lain dari kondisi Stuttering.

Keadaan ini umumnya lebih banyak terjadi pada laki-laki daripada perempuan.

Seseorang yang mengidap gagap ditandai dengan seringnya melakukan pengulangan kata atau kalimat ketika berbicara.

Baca juga: Terapis Wicara, Hikmatun Sadiah Ucap Gagap Bicara dapat Terjadi pada Setiap Anak, Ini Batas Wajarnya

Karena hal tersebut, tak sedikit masyarakat yang memberikan anggapan atau stigma negatif pada para penderita gagap.

Sehingga para penderita gagap mudah mendapatkan perundungan.

Atas hal tersebut, Terapis Wicara, Hikmatun Sadiah memberikan tanggapannya.

Ilustrasi anak gagap bicara yang mendapatkan stigma negatif dari lingkungan
Ilustrasi anak gagap bicara yang mendapatkan stigma negatif dari lingkungan (Kompas.com)

Berdasarkan penuturannya, para penderita gagap memang sering dijadikan bahan candaan dari lingkungan.

Hal itu mengindikasikan bahwa masih banyak masyarakat yang kurang teredukasi dengan kondisi ini.

Baca juga: Cegah Dampak Negatif Gagap saat Usia Dewasa, Terapis Wicara, Hikmatun Sadiah Anjurkan Cara Ini

"Itu salah satu bukti bahwa para masyarakat Indonesia harus lebih di edukasi."

"Bahwa sebenarnya kondisi Stuttering itu tidak nyaman dan sangat luar biasa," ujarnya dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV.

ilustrasi anak belajar bicara
ilustrasi anak belajar bicara (tribunnews.com)

Ia pun menerangkan, bahwa penderita gagap bukan tidak bisa bicara, melainkan memiliki kesulitan dalam mengeluarkan kosakata.

Baca juga: Jangan Sampai Alami Gagap Bicara Menetap, Terapis Wicara Ungkap Upaya yang Bisa Dilakukan

Menurutnya, karena anggapan negatif dari banyak orang, terdapat penderita gagap menjadi berniat mengakhiri hidupnya.

"Jadi stoplah pembullyan ini, jangan diberikan lagi beban yang lebih buat mereka (penderita gagap)."

"Karena mereka juga berusaha untuk berbicara, tidak ingin seperti ini kondisinya," tegas Hikmatun.

Baca juga: Alasan Laki-laki Mudah Alami Gagap, Simak Penjelasan Terapis Wicara, Hikmatun Sadiah

Penjelasan Terapis Wicara, Hikmatun Sadiah ini dikutip dari tayangan YouTube KompasTV, Minggu (5/9/2021).

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved