Breaking News:

Kanker Rongga Mulut Bisa Terjadi pada Siapa Saja, drg. Anastasia Ririen: Waspada Faktor Genetik

Berikut ini simak penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati mengenai faktor risiko terjadinya kanker rongga mulut.

unsplash.com
Ilustrasi pemeriksaan rongga mulut-simak penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati mengenai faktor risiko terjadinya kanker rongga mulut. 

TRIBUNHEALTH.COM - Kanker rongga mulut adalah sel kanker yang terjadi pada area mulut, bibir, lidah, maupun langit-langit.

Seringkali para penderita pada awalnya tidak menyadari mengalami kondisi ini.

Pasalnya gejala awal yang timbul mirip dengan sariawan.

Baca juga: Waspada Sariawan Susah Sembuh, Ini Indikasi Penyakit yang Bisa Dialami, Simak Ulasan drg. Anastasia

Sehingga pasien sering datang terlambat mengunjungi dokter dengan kondisi yang sudah bertatus stadium lanjut.

Dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribunnews, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati menyampaikan, bahwa kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja.

Terlebih pada seseorang yang memiliki anggota keluarga yang pernah menderita kanker.

Ilustrasi penyakit kanker.
Ilustrasi penyakit kanker. (solo.tribunnews.com)

"Jadi bisa dialami oleh siapa saja. Terlebih kanker juga bisa disebabkan karena faktor genetik. Meskipun tidak semuanya."

"Jadi kalau kebetulan dalam keturunan keluarga kita itu ada yang mengalami kanker, kita seyogyannya lebih berhati-hati," pesan Anastasia.

Baca juga: Kenali Tanda-tanda Alami Penyakit Mulut Berbahaya Mirip Sariawan, Simak Ulasan drg. Anastasia Ririen

Mencegah Kanker Rongga Mulut

Atas hal tersebut untuk mencegah dan mendeteksi adanya kanker pada rongga mulut, Anastasia menganjurkan untuk melakukan metode SAMURI (Periksa Mulut Sendiri).

"Upaya untuk melakukan pemeriksaan sendiri atau SAMURI ini penting dilakukan oleh setiap dari kita," ujarnya.

Metode ini dianjurkan dilakukan setiap hari dengan menerapkannya pada setiap regio.

ilustrasi rongga mulut yang sehat
Ilustrasi pemeriksaan rongga mulut (freepik.com)

"Satu regio itu terdiri atas langit-langit, kemudian pipi bagian dalam sebelah kiri itu satu regio, pipi sebelah kanan satu regio."

"Lalu pada lidah satu regio, bawah lidah satu regio, gusi satu regio, dan rahang bawah ataupun rahang bawah masing-masing satu regio."

"Dilakukan per regio setiap hari secara teliti," jelas Anastasia.

Baca juga: Dr. drg. Eddy Heriyanto Habar, Sp. Ort (K) Jabarkan Risiko Pemasangan Setiap Jenis Behel Gigi

Ia pun menghimbau untuk memperhatikan apabila ditemukan lesi. Seperti:

- Perubahan warna (lebih merah atau lebih putih)

- Bercak (sesuatu yang tampak berbatas)

- Tonjolan yang biasanya tidak muncul (indikasi tumor).

Bila ditemukan lesi seperti yang telah disebutkan di atas dan tidak sembuh hampir 3 minggu, maka perlu dilakukan observasi lebih jauh.

Hal ini dilakukan agar meninimalisir kejadian yang dicurigai timbulnya kanker.

Baca juga: Kenali Berbagai Jenis Sariawan yang Bisa Terjadi, Simak Ulasan drg. Anastasia Ririen Berikut

Penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati ini dikutip dari tayangan YouTube Tribunnews, Sabtu (1/5/2021).

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved