Breaking News:

Pandemi Belum Selesai, Penggunaan Masker dan Vaksinasi Jadi Kunci untuk Memutus Penularan

Kendati situasi membaik, sejatinya penularan virus corona masih terus terjadi dan pandemi belum selesai

kompas.com
ilustrasi menggunakan amsker untuk menjaga kesehatan 

TRIBUNHEALTH.COM - Meski penularan sudah tidak semassif beberapa waktu lalu, pandemi Covid-19 belum benar-benar berakhir.

Karenanya, penegakan protokol kesehatan masih penting untuk dilakukan, dilansir TribunHealth.com dari CNN.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memaparkan, penggunaan masker untuk aktivitas di luar ruangan masih menjadi cara terbaik untuk meminimalisir transmisi selama liburan.

CDC menegaskan, orang yang memenuhi syarat perlu segera melakukan vaksinasi.

Untuk anak-anak berusia 11 tahun ke bawah yang belum memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin, CDC merekomendasikan semua orang yang akan berada di sekitar mereka selama liburan divaksinasi untuk melindungi mereka.

Baca juga: Permasalahan Kulit Wajah Dibalik Penggunaan Masker yang Dibeberkan oleh dr. Jonathan Subekti, Sp.KK

Baca juga: dr. Tan Sebut Kebiasaan Pakai Masker Tak Hanya Lindungi dari Covid, tapi Juga Penyakit Menular Lain

ilustrasi menggunakan masker untuk mencegah penularan covid-19
ilustrasi menggunakan masker untuk mencegah penularan covid-19 (freepik.com)

Sebagai informasi, orang dewasa yang tidak divaksinasi di AS menghadapi risiko kematian akibat Covid-19 11 kali lebih tinggi daripada individu yang divaksinasi penuh.

Selain itu mereka memiliki risiko enam kali lebih tinggi untuk dinyatakan positif Covid-19 menurut data baru yang diterbitkan CDC, Jumat (15/10/2021).

Orang harus tetap memakai masker di tempat umum di dalam ruangan, terutama yang tidak divaksinasi, dan terutama di daerah dengan penularan penyakit yang tinggi.

Secara umum, aktivitas luar ruangan masih dianggap lebih aman daripada di dalam ruangan untuk berkumpul.

CDC juga menyarankan orang menghindari tempat ramai sebelum bepergian.

Penularan masih terjadi

Ilustrasi berbagai metode tes COVID-19
Ilustrasi berbagai metode tes COVID-19 (health.grid.id)

Baca juga: Munculnya Jerawat Bisa Disebabkan oleh Penggunaan Masker Terlalu Lama

Baca juga: Berbagai Permasalahan Kulit Wajah di Balik Masker Disampaikan oleh dr. Jonathan Subekti Sp.KK.

"Saya pikir kami membuat beberapa kemajuan penting dalam hal meningkatkan vaksinasi, tetapi faktanya masih ada kesenjangan yang berbahaya dalam kekebalan di seluruh negeri, dan selama itu terjadi, masih ada jalur bagi virus untuk menyebar. menyebar," kata Jennifer Nuzzo, seorang sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins.

"Saya ingin berpikir bahwa yang terburuk ada di belakang kita, hanya mengingat berapa banyak yang telah kita alami dalam hal jumlah kasus yang tinggi, tetapi juga peningkatan kemajuan dalam meningkatkan vaksinasi."

"Jadi saya tidak berpikir bahwa peningkatan kasus di musim dingin akan sama buruknya dengan gelombang musim dingin tahun lalu, tetapi tidak ada penurunan yang berarti bahwa momentum akan dipertahankan. Apa yang akan kita lihat benar-benar terserah kita."

Dengan masker dan vaksinasi, keluarga memiliki pilihan yang jauh lebih baik daripada tahun lalu, ketika CDC telah menjauhkan orang dari perjalanan dan berkumpul secara langsung di era sebelum vaksin.

"Dengan bekerja sama, kita dapat menikmati liburan yang lebih aman, bepergian, dan melindungi kesehatan kita sendiri serta kesehatan keluarga dan teman-teman kita," kata CDC.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved