Breaking News:

dr. Andreas Cahyo: Obstruksi Usus yang Berkelanjutan Bisa Menyebabkan Kematian Jaringan Usus Buntu

Menurut dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B penyebab usus buntu akibat obstruksi atau infeksi.

jogja.tribunnews.com
Ilustrasi anatomi usus buntu 

TRIBUNHEALTH.COM - Dalam dunia medis penyakit usus buntu seringkali disebut Apendisitis.

Apendisitis merupakan peradangan pada jaringan appendix dan mesoappendix.

Dimana peradangan ini bisa menyebabkan penyumbatan atau obstruksi usus.

Baca juga: dr. Lusiyanti: Terlalu Banyak Konsumsi Kacang Tanah Dapat Memicu Terjadinya Penyumbatan Pori-pori

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Bedah Umum, dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk.

Apabila obstruksi usus berkelanjutan, bisa menyebabkan kematian jaringan usus buntu.

Ilustrasi nyeri akibat penyakit usus buntu
Ilustrasi nyeri akibat penyakit usus buntu (www.tribunnewswiki.com)

Dalam kondisi yang lebih parah bisa menyebabkan usus tersebut berlubang.

Sehingga isi dalam usus yang penuh dengan kotoran dan bakteri bisa keluar dari usus besar, melewati usus buntu sampai ke cavum abdomen.

Penyebab pasti penyakit apendisitis secara langsung sampai saat ini masih dalam penelitian para ahli.

Namun yang pasti penyebabnya karena obstruksi atau infeksi.

Obstruksi terdiri dari beberapa macam.

Baca juga: Berapa Lama Gigi Palsu Bisa Digunakan? Begini Penjelasan drg. Muhammad Ikbal, Sp.Pros

Pertama, sekitar 60% obstruksi disebabkan karena penebalan jaringan limfoid di sekitar mukosa.

Jaringan limfoid berfungsi untuk kekebalan sistem imun pada bagian usus buntu.

Akan tetapi jika membesar dan berlebihan dapat menyebabkan penyumbatan.

Dokter menyebutkan jika kondisi ini juga bisa menyebabkan feses mengeras.

Adapun masyarakat yang mengaitkan kasus usus buntu akibat konsumsi biji cabai maupun biji jambu.

Menurut dokter dalam teori, biji hanya menyumbat sekitar3-5% saja.

Profil dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B.
Profil dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B. (Dok. pribadi dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B.)

Selain itu bisa juga disebabkan karena lumen usus tidak sepenuhnya lurus.

Tidak semua orang memiliki anatomi usus buntu yang bagus dan lurus seperti pipa paralon.

Secara anatomis ada yang berbentuk melengkung.

Baca juga: Adib Setiawan Ungkap Beberapa Metode yang Bisa Digunakan Dalam Mengatasi Gangguan Mental

Bentuk seperti ini juga bisa mempermudah proses penyumbatan.

Penjelasan Dokter Spesialis Bedah Umum, dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 09 Oktober 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved