Breaking News:

Sifilis Bisa Rusak Saraf Otak jika Sudah Sampai Tahap Tersier, Berisiko Stroke hingga Meningitis

Sifilis tersier merupakan tahapan keempat sifilis, dimana infeksi sudah mulai menjalar ke organ lain

Kompas.com via Tribunnews
Ilustrasi sifilis 

TRIBUNHEALTH.COM - Gejala penyakit menular sifilis bisa jadi tak terlalu dirasakan oleh orang yang mendapatkan infeksi.

Pasalnya, gejala sifilis bisa datang dan muncul, atau bahkan hilang sama sekali.

Namun National Health Service (NHS) menyebut hal itu bukan berarti sifilis telah sembuh.

Kondisi ini dikenal sebagai sifilis laten, tahapan ketiga setelah sifilis primer dan sekunder.

Meski tak menampakkan gejala sebenarnya bakteri masih ada dan bisa memicu kondisi yang lebih serius.

Baca juga: Sifilis Menyebar Lewat Hubungan Seksual, Bisa Menjalar ke Otak jika Tak Segera Ditangani

Baca juga: dr. Sandi Nugraha, Sp.A Ingatkan Potensi Infeksi Otak jika Radang Amandel Tak Ditangani

Ilustrasi syaraf dalam otak
Ilustrasi syaraf dalam otak (Pixabay)

Sifilis tetap bisa menyebar dan menyerang organ tubuh lain, misalnya saraf otak.

Kondisi yang berpotensi mengancam nyawa ini disebut tahap sifilis tersier.

Orang yang sudah berada pada tahap keempat ini mungkin mengalami:

  • Meningitis
  • Stroke
  • Gejala demensia
  • Kehilangan koordinasi
  • mati rasa
  • Masalah penglihatan atau kebutaan
  • Masalah jantung.

Sifilis masih dapat diobati pada tahap ini, tetapi terkadang tidak mungkin untuk memulihkan kerusakan yang telah terjadi.

Karenanya, penting untuk mengetahui apakah memiliki sifilis atau tidak.

Dengan demikian, tindakan dini bisa dilakukan.

Baca juga: Meski Bukan Penyakit Serius, Waspadai Penularan Kudis Lewat Hubungan Seksual

Baca juga: Herpes Genital Termasuk Penyakit Menular Seksual, Perlu ke Dokter jika Rasakan Gejala Berikut

Ilustrasi penularan sifilis terjadi lewat hubungan seksual
Ilustrasi penularan sifilis terjadi lewat hubungan seksual (Freepik)

Jika merasa khawatir atau merasa mungkin memiliki sifilis, baiknya segera temui dokter untuk konsultasi dan melakukan tes.

Langkah ini penting untuk dilakukan dan tidak mendiagnosis diri sendiri.

Tes adalah satu-satunya cara untuk mengetahui ada atau tidaknya sifilis.

Selain itu, obat-obatan sifilis juga hanya tersedia dengan resep dokter.

Pengobatan dapat membantu mengurangi risiko penyebaran infeksi ke orang lain dan masalah serius yang berkembang di kemudian hari.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved