Breaking News:

Dokter Beberkan Keluhan Pasca-operasi Kantung Empedu yang Harus Diwaspadai

Kantung empedu merupakan tempat penyimpanan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati dan merupakan tempat untuk mencerna lemak.

nasional.kompas.com
ilustrasi kantung empedu 

TRIBUNHEALTH.COM - Kantung empedu adalah organ berukuran kecil yang terletak berada di dekat organ hati.

Kantung empedu merupakan tempat penyimpanan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati dan merupakan tempat untuk mencerna lemak.

Dalam tindakan operasi batu empedu disebut juga dengan olesistektomi aialah prosedur operasi untuk mengangkat keseluruhan kantong empedu yang bermasalah.

Kantung empedu merupakan organ berukuran kecil yang terletak di perut bagian kanan atas dan tepatnya berada di bawah organ hati.

Kantung empedu memiliki tugas untuk menyimpan cairan empedu yang diproduksi oleh hati.

ilustrasi kantung empedu
ilustrasi kantung empedu (nasional.kompas.com)

Baca juga: drg. Citra Paramita: Hampir 80-90% Gigi Geraham yang Tumbuh Miring Menimbulkan Infeksi

Saat menjalankan operasi kantung empedu, bukan empedunya yang diangkat, empedu tetap akan diproduksi di hepar.

Empedu yang tetap diproduksi di hepar tetap akan dialirkan ke usus untuk mencerna lemak.

Tindakan operasi kantung empedu dianjurkan ketika pasien mengalami batu empedu, radang empedu, batu saluran empedu yang menyumbat saluran pankreas, polip kantung empedu yang besar, dan benjolan pada kantung empedu karena keganasan.

Ketika operasi kantung empedu, yang diangkat adalah pabrik storage atau istilah lain adalah gudang dari empedu.

Pabrik storage empedu diangkat karena ada batu sehingga menyebabkan sakit.

Baca juga: Gigi Berlubang Terasa Sakit saat Mengunyah Apakah Harus Dicabut? Begini Penjelasan drg. Citra

Salah satu late komplikasi atau komplikasi lambatan yang bisa terjadi adalah munculnya kista di dalam empedu.

Jika kista dirasa membesar dengan cepat, mungkin dibutuhkan tindakan.

Karena kista sejatinya adalah suatu benjolan yang dindingnya lebih tipis, sehingga resiko untuk pecah.

Apabila kista tersebut membesar, sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter bedah digestif.

Tetap harus diperiksakan secara lengkap, bahkan bila perlu dengan pemeriksaan yang sedikit advance misalkan seperti MRCP.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV bersama denagn dr. Aris Ramdani, Sp.B. Seorang dokter spesialis bedah RS. Universitas Indonesia. Rabu (4/8/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved