Breaking News:

Simak Perbedaan Penyakit GERD dan Maag, Berikut Ulasan dr. Hasan Maulahela, Sp.PD.,KGEH.

Banyak yang beranggapan bahwa GERD dan maag merupakan penyakit yang sama, padahal keduanya berbeda meskipun keduanya merupakan penyakit lambung.

freepik.com
ilustrasi naiknya asam lambung 

TRIBUNHEALTH.COM - Masyarakat banyak yang menganggap bahwa GERD sama dengan penyakit maag.

Padahal keduanya tidak sama, meskipun keduanya merupakan gangguan pada lambung.

GERD adalah singkatan dari gastroesophageal reflux disease.

GERD merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya reflux asam lambung di kerongkongan.

Diketahui bahwa asam lambung secara normal tidak naik ke kerongkongan.

Asam lambung hanya sampai pada lambung saja.

ilustrasi naiknya asam lambung
ilustrasi naiknya asam lambung (freepik.com)

Baca juga: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Leher, Posisikan Kepala seperti Ini saat Tidur

Apabila asam lambung naik ke kerongkongan karena suatu hal, akibatnya menimbulkan gejala-gejala GERD.

Sakit maag sendiri secara umum, sebenarnya adalah peradangan di bagian lambung.

Memang sedikit berbeda lokasi penyakitnya, walaupun terkadang kedua penyakit ini bisa muncul bersamaan karena sama-sama saluran cerna.

Penyakit maag lebih ke lambung, namun penyakit GERD lebih ke kerongkongan atau daerah dada keluhannya.

Jika dilihat dari trend beberapa tahun terakhir, memang angka kejadiannya cukup meningkat, terutama di daerah-daerah perkotaan.

Diketahui bahwa daerah perkotaan gaya hidup sudah berubah, pola hidup banyak mengalami perubahan, faktor psikologis, dan pola makan yang berbeda.

Sehingga terjadi peningkatan penderita GERD.

Baca juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sputnik-V, Berikut Tingkat Efikasi dan Efek Sampingnya

GERD bisa terjadi karena beberapa faktor resiko:

- Pola makan yang tidak benar

Pola makan yang berlebihan atau makanan yang mengandung kafein tinggi, dan makanan tinggi lemak.

- Merokok

Rokok juga mempengaruhi sfingter di kerongkongan dan lambung.

Pada kerongkongan dan lambung terdapat klep yang berfungsi untuk mencegah naiknya asam lambung.

Pada pasien yang merokok, klep melonggar sehingga asam lambung bisa naik.

- Kegemukan atau obesitas

Pola makan yang langsung terlalu banyak memicu timbulnya GERD.

- Langsung mengambil posisi tidur setelah makan.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV Reporter on Location, bersama dengan dr. Hasan Maulahela, Sp.PD.,KGEH. Seorang dokter spesialis penyakit dalam - konsultan gastroentero hepatologi. Kamis (25/2/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved