Breaking News:

Dalam Neuroleadership Forum 7, Prof. Taruna Ikrar Paparkan Peran Neuroscience di Tengah Pandemi

Prof. Tarunan Ikrar neuroscience penting, karena syaraf otak selalu terlibat dalam pengambilan keputusan

Dok. Pribadi Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D.
Profil Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D. 

TRIBUNHEALTH.COM - Neuro Leadership Indonesia (NLI) Institute menyelenggarakan NeuroLeadership Forum 7 (NLF-7), Kamis (19/8/2021).

Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

NFL-7 diselenggarakan melalui Zoom dan disarkan langsung di YouTube channel “NeuroLeadership Indonesia Institute”, pukul 9.00-12.30 WIB

Satu di antara pembicara dalam forum tersebut adalah Ketua Konsil Kedokteran Indonesia, Prof. Taruna Ikrar.

Prof. Taruna Ikrar memaparkan mengenai pentingnya peran neuroscience di tengah situasi Covid-19.

Baca juga: Profil Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D. Profesor dan Ilmuwan yang Aktif di Tiga Benua

Baca juga: dr. Mustopa Sp.PD: Sleep Apnea Disebabkan Karena Otak Tidak Mampu Mengirim Sinyal Secara Sempurna

Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D.  pakar di bidang farmakologi, kardiologi, dan neurologi
Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D. pakar di bidang farmakologi, kardiologi, dan neurologi (Dok. Pribadi Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D.)

Dia menyetut, otak memiliki triliunan sel saraf yang terlibat dalam pengambilan keputusan, tak terkecuali keputusan terkait pendemi.

"Pentingnya peran leadership untuk meningkatkan optimisme masyarakat, menemukan vaksin, obat-obat baru. sehingga Indonesia menjadi mandiri. Mari bersatu padu dan itu membutuhkan leadership," papar dalam press release yang diterima TribunHealth.com.

Secara umum tema NLF-7 kali ini adalah ”Leading with Foresight to Real Normal berbasis NeuroLeadership.

Dari acara ini, diharapkan bisa tercapai tujuan:

  • Membangun kolaborasi dan ruang diskusi bagi para leaders lintas sektor dan disiplin.
  • Menciptakan insights menggerakkan aksi bangkit dari pandemi Covid-19.
  • Menggunakan kepemimpinan visioner berbasis neuroscience.
  • Merapatkan barisan dan visi kedepan menuju Indonesia Tangguh & Bertumbuh.
Ilustrasi syaraf dalam otak
Ilustrasi neuroscience, penampakan syaraf dalam otak (Pixabay)

Baca juga: Cerebral Palsy, Kondisi Seumur Hidup yang Disebabkan Kerusakan Otak saat Masih Bayi atau Janin

Baca juga: Benarkah Hubungan Otak dengan Saluran Cerna Sangat Erat? Simak Ulasan Dokter Berikut

Selain prof. Taruna Ikrar, hadir 6 pembicara lain, sebagai berikut.

  • Muhammad Edhie Purnawan PhD, Ketua badan Supervisi Bank Indonesia
  • Arsjad Rasyid, Ketua Umum Kadin Indonesia
  • KBP Hari Purnomo, SH, SIK, KASUBDITBINTIBSOS KORBINMAS BAHARKAM POLRI.
  • Dr. Hamdani MM, Msi, Ak, Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Ekonomi dan Pembangunan.
  • Anggun Meylani Pohan, M. Psi, Psikolog, Faculty Member Neuroleadership Indonesia Institute.
  • Bpk. Roy Amboro ST, MBA, Co-Founder Neuroleadership Indonesia Institute.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved