Breaking News:

dr. G. Iranita Dyantika Sebut Virus Penyebab Kanker Serviks yang Tak Dihambat Dapat Merusak Sel Lain

Menurut dr. Haidar Zain dan dr. G. Iranita Dyantika R. pengobatan berdasarkan metode Ibnu Sina dan pengobatan konvensional saling melengkapi.

kompas.com
Ilustrasi kanker serviks, menurut dr. G. Iranita Dyantika R. perlu waktu untuk menghilangkan virus penyebab kanker serviks 

TRIBUNHEALTH.COM - Penyembuhan kanker serviks dengan menggunakan metode Ibnu Sina memerlukan waktu yang cukup lama.

Hal ini dikarenakan perlu waktu untuk menghilangkan virus penyebab kanker serviks terlebih dahulu.

Apabila virus masih ada dan tidak dihambat perkembangannya akan merusak sel yang lainnya.

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Praktisi Kesehatan, dr. Haidar Zain dan dr. G. Iranita Dyantika R. dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Kita edisi 10 Agustus 2021.

Baca juga: Jika Gigi Depan Patah, drg. Muhammad Ikbal, Sp.Pros Sebut Bisa Dilakukan Tambalan, Simak Syaratnya

Sejauh ini efek samping dari pasien penderita kanker serviks berdasarkan data klinik CMI sejak tahun 2008 yakni sangat minimal.

dr. G. Iranita mengatakan jika sejauh ini pengobatan Ibnu Sina berdampingan dengan ilmu konvensional kedokteran saat ini.

Ilustrasi pemeriksaan kanker serviks, dr. G. Iranita mengatakan jika sejauh ini pengobatan Ibnu Sina berdampingan dengan ilmu konvensional kedokteran saat ini
Ilustrasi pemeriksaan kanker serviks, dr. G. Iranita mengatakan jika sejauh ini pengobatan Ibnu Sina berdampingan dengan ilmu konvensional kedokteran saat ini (Tribunnews.com)

Jika pasien mengeluhkan nyeri, dokter akan memberikan resep obat nyeri.

Jadi tidak hanya pengobatan komplementer saja.

Namun hingga saat ini pasien mengatakan nyaman menggunakan pengobatan Ibnu Sina.

Pengobatan Ibnu Sina dengan pengobatan kemoterapi tidak bisa dilakukan secara bersamaan.

Sehingga pasien harus memilih salah satu.

Jika pasien lebih menghendaki pengobatan kemoterapi, harus menjalami kemoterapi sampai selesai.

Baca juga: dr. Tiara Kirana, Sp.And Berbicara soal Sperma yang Tak Bisa Membuahi, Bisa Dilihat dari Fisik?

Namun apabila tidak sanggup dan memilih pengobatan formula Ibnu Sina, pasien hanya melakukan pengobatan berdasarkan metode Ibnu Sina saja dan tidak menggunakan kemoterapi.

Apabila saat menggunakan pengobatan merasa nyeri atau menimbulkan keluhan-keluhan lain, maka bisa menggunakan obat konvensional yang ada.

Bisa dikatakan pengobatan berdasarkan metode Ibnu Sina dan pengobatan konvensional saling melengkapi.

Operasi bisa dilakukan secara bersamaan, namun sebaiknya dilakukan pengobatan berdasarkan metode Ibnu Sina terlebih dahulu baru dilakukan operasi.

Ilustrasi kanker serviks, menurut dr. G. Iranita Dyantika R. pengobatan berdasarkan metode Ibnu Sina dan pengobatan konvensional saling melengkapi
Ilustrasi kanker serviks, menurut dr. G. Iranita Dyantika R. pengobatan berdasarkan metode Ibnu Sina dan pengobatan konvensional saling melengkapi (tribunnews.com)

Dokter sebut jangan sampai terbalik.

Apabila pasien terlanjur melakukan operasi terlebih dahulu, pasien tetap bisa melanjutkan pengobatan formula Ibnu Sina.

Karena pada umumnya pengobatan yang dilakukan sama.

Baca juga: Saran dr. Huthia Andriyana, Sp. OG pada Ibu Hamil yang menjadi Tenaga Medis agar Terhindar Covid-19

Penjelasan Praktisi Kesehatan, dr. Haidar Zain dan dr. G. Iranita Dyantika R. dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Kita edisi 10 Agustus 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved