TRIBUNHEALTH. COM - Vitiligo adalah penyakit kehilangan warna pada kulit.
Biasanya kulit yang terkena vitiligo dapat berubah warna menjadi lebih cerah atau menjadi putih sepenuhnya.
Banyak penderita vitiligo yang dinyatakan sehat, namun rentan berisiko terkena kondisi medis lainnya.
Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arini Widodo, Sp.KK memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Kompas Tv program Ayo Sehat.
Menurut dr. Arini Widodo, Sp.KK di Indonesia sendiri penderita vitiligo cukup banyak.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh center-center di Indonesia, prevelensi vitiligo di Indonesia sekitar 0,2-5%.
Namun hal ini tidak dapat disimpulkan sebagai general population di Indonesia.
Baca juga: dr. Kardiana Purnama Dewi Sarankan untuk Hindari Kandungan SLS yang Dapat Membuat Kulit Lebih Kering

Karena center-center penelitian di Indonesia merupakan pusat rujukan, sehingga angkanya lebih besar dibandingkan dengan populasi umum.
Penyebab Vitiligo
dr. Arini menjelaskan jika vitiligo ditandai dengan bercak-bercak putih susu pada kulit.
Bercak putih susu tersebut sebenarnya adalah hilangnya sel melanosit pada tubuh.
Hilangnya sel melanosit di bagian tersebut menyebabkan pigmen menjadi tidak ada.
Melanosit adalah sel penghasil melanin yang dapat ditemui di lapisan bawah epidermis kulit, lapisan tengah mata, telinga bagian dalam, epitelium vagina, meninges, tulang, dan jantung.
Melanin merupakan pigmen gelap yang mengatur warna kulit.
"Melanosit itu hilang sebenarnya akibat proses autoimun," papar dr. Arini.
Baca juga: Dokter Spesialis Kulit Mengulas Berbagai Jenis Jerawat Beserta Penyebabnya

"Jadi proses autoimun itu menyebabkan sel kekebalan tubuh kita sendiri menyerang sel melanosit yang menghasilkan pigmen," lanjutnya.
Sehingga pada bagian tersebut tidak dapat menghasilkan pigmen karena sel melanosit sudah hilang dan menyebabkan munculnya bercak putih susu.
"Jadi secara tidak langsung, penderita vitiligo ini mengalami penyakit autoimun," jelas dr. Arini.
Vitiligo menyebabkan sel kulit kehilangan warna aslinya.
Biasanya muncul bercak-bercak kulit yang terlihat lebih terang, bahkan bisa muncul beberapa bercak kulit sekaligus.
Penjelasan ini disampaikan oleh dr. Arini Widodo, Sp.KK dalam tayangan YouTube Kompas Tv program Ayo Sehat pada 11 Agustus 2021.
Baca juga: Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Jelaskan Penanganan yang Tepat pada Kulit Breakout
Baca berita lain seputar kesehatan di sini
(Tribunhealth.com/Irma)