Breaking News:

Benarkah Ada Pantangan Makanan Bagi Penderita Tipes? Begini Tanggapan dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu

dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu menyebutkan jika Indonesia merupakan negara dengan kasus penyakit tipes terbanyak di dunia.

kompas.com
Ilustrasi bubur, dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu sarankan konsumsi bubur agar mudah dicerna 

TRIBUNHEALTH.COM - Beberapa orang berangkapan jika terdapat pantangan makanan pada penderita tipes.

Dokter menyebutkan perlunya mengurangi serat yang terlalu kasar.

Seperti daging, karena penderita tipes memiliki problem yang banyak di bagian pencernaan.

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Dokter Spesialis Anak, dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk.

Apabila seseorang jarang buang air besar, akan menjadi tambah sulit.

Baca juga: drg. Angela Putri Bunga Menyebutkan jika Siwak Bisa Digunakan dalam Pembersihan Gigi dan Mulut

Dokter lebih menganjurkan untuk konsumsi bubur.

Bubur akan lebih mudah di cerna di dalam pencernaan.

Ilustrasi tangan bersih setelah cuci tangan, dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu anjurkan untuk sering cuci tangan terutama setelah dari kamar mandi
Ilustrasi tangan bersih setelah cuci tangan, dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu anjurkan untuk sering cuci tangan terutama setelah dari kamar mandi (Tribunnews.com)

Bisa juga konsumsi makanan lain.

Akan tetapi harus konsumsi makanan yang bertekstur halus.

Hal ini bertujuan agar makanan lebih mudah di cerna.

Dokter tegaskan jika tidak ada pantangan makanan untuk penderita tipes.

Pada prinsipnya, yang terpenting makanan yang dikonsumsi bersih.

Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati.

Dokter berharap masyarakat dapat melakukan pencegahan.

Baca juga: dr. Kardiana Sebut Seafood yang Tidak Fresh Bisa Mengeluarkan Zat Histamin yang Dapat Memicu Gatal

Indonesia merupakan negara dengan kasus penyakit tipes terbanyak di dunia.

Sampai saat ini, tipes masih endemis.

Dokter sarankan untuk melakukan pencegahan dengan sering mencuci tangan.

Karena di tangan terdapat banyak kuman atau bakteri.

dr. Ayodihia Pitaloka Pasaribu, MKed (Ped), SpA(K), Ph.D (CTM), Dokter Spesialis Anak, Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis.
dr. Ayodihia Pitaloka Pasaribu, MKed (Ped), SpA(K), Ph.D (CTM), Dokter Spesialis Anak, Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis. (Dokumen pribadi dr. Ayodihia Pitaloka Pasaribu, MKed (Ped), SpA(K), Ph.D (CTM).)

Terutama mencuci tangan sesudah keluar dari kamar mandi atau toilet.

Setelah buang air besar atau buang air kecil , harus segera mencuci tangan dengan bersih.

Baca juga: Apa Perawatan yang Dapat Dilakukan untuk Memperbaiki Gigi Tonggos? Simak Ulasan drg. Munawir Usman

Penjelasan Dokter Spesialis Anak, dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 24 Juli 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved