Breaking News:

dr. Jaka Fatria Yudhistira, Sp.OT Jelaskan Risiko Osteoarthritis pada Orang Berusia Muda

Kini osteoarthritis tak hanya menyerang orangtua, faktor apa saja yang menyebabkannya?

bangka.tribunnews.com
Ilustrasi masalah radang sendi 

TRIBUNHEALTH.COM - Penyakit osteoarthritis identik dengan orang berusia lanjut.

Namun siapa sangka, radang sendi tersebut juga mengintai orang yang berusia muda.

Hal itu dipaparkan oleh Dokter Spesialis Orthopedi, dr. Jaka Fatria Yudhistira, Sp.OT ketika menjadi narasumber program Ayo Sehat Kompas TV.

Dulu, memang osteoarthritis lebih banyak dialami oleh orang yang berusia di atas 65 tahun.

Itu pun tak banyak yang menunjukkan gejala.

"Sekarang bahkan 45 tahun ke atas bahkan 35 keatas sudah mulai ada gejala peradangan sendi," papar dr. Jaka Fatria Yudhistira dikutip TribunHealth.com.

Baca juga: Radang Sendi Bisa Dialami Anak-anak, 4 Jenis Berikut Paling Umum Terjadi

Baca juga: Kenali Dua Jenis Peradangan Sendi yang Kerap Terjadi, Sama-sama Rusak Tulang Rawan

ilustrasi radang sendi
ilustrasi radang sendi (tribunnews.com)

Terkait hal ini ada banyak faktor yang turut berpengaruh.

Masing-masing faktor akan memberikan kontribusi dan meningkatkan peluang mengalami osteoarthritis.

"Ada faktor usia faktor berat badan faktor genetik... Jadi setiap faktor ini akan memberikan kontribusi," jelasnya.

dr. Jaka Fatria Yudhistira mencontohkan ketika faktornya adalah aktivitas.

Ketika jarang olahraga, maka otot juga akan kurang kuat.

"Sendi ini kalau aktivitasnya kurang kuat, maka gesekan diatas tulang rawannya akan semakin sedikit," lanjutnya.

Hal ini pada akhirnya menimbulkan gesekan pada tulang rawan menjadi sedikit.

Inilah yang pada akhirnya menimbulkan masalah.

Baca juga: Apakah Penyebab Sakit Tulang Belakang setelah Berdiri Lama? Simak Ulasan Dokter Spesialis Ortopedi

Baca juga: Dokter Tegaskan Jika Defisiensi Vitamin D Tidak Hanya Pengaruhi Tulang, Begini Penjelasannya

ilustrasi berolahraga untuk menjaga kesehatan tulang
ilustrasi berolahraga untuk menjaga kesehatan tulang (tribunnews.com)

"Itu sebabnya walau atlet itu sering lompat, lari, tapi dia hampir jarang sekali terkena radang sendi, karena otot nya bagus," tandasnya.

"Jadi aktivitas kita yang lebih sering naik mobil jarang jalan pagi itu punya kontribusi."

Dihimpun tim Ayo Sehat, beberapa gejala yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut.

  • Nyeri pada sendi
  • Sendi terasa kaku setelah istirahat lama
  • Pembengkakan dan kemerahan pada persendian
  • Otot-otot di sekitar sendi yang terkena melemah
  • Mobilitas dan fleksibilitas sendi berkurang
  • Suara berdetak ketika menggerakkan sendi

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved