Breaking News:

Ketahui, Dokter Jabarkan Perawatan Gigi yang Dapat Dilakukan dalam Menjaga Kesehatan Gigi

Berikut ini simak penjelasan dokter mengenai berbagai perawatan gigi yang perlu diketahui

kompas.com
ilustrasi melakukan perawatan gigi oleh dokter gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Saat ini masyarakat dianjurkan untuk memakai masker dimanapun berada.

Namun bukan berarti mengesampingkan perawatan gigi, terlebih yang mengalami masalah.

Pasalnya gigi yang terawat juga dapat terhindar dari berbagai masalah-masalah gigi.

Atas hal tersebut, dilansir TribunHealth.com dari tayangan YouTube Tribun Kaltim Official, drg. Kenzi Paula Mariska menjabarkan beberapa perawatan gigi yang perlu diketahui.

Baca juga: Dokter Gigi: Stomatitis Terbagi Menjadi Dua, Akibat Trauma dan Akibat Recurent Aphthous Stomatitis

Berdasarkan penuturannya, terdapat beragam perawatan yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi.

Di antaranya:

1. Scalling gigi

Ilustrasi - Melakukan scaling gigi
Ilustrasi - Melakukan scaling gigi (Freepik)

Sscalling gigi dianggap ampuh dalam mengatasi karang gigi.

Tidak hanya scalling gigi juga dapat mengatasi noda-noda pada gigi.

Scalling gigi dapat dilakukan oleh dokter gigi umum maupun dokter gigi spesialis periodonsia.

Baca juga: Menyikat Gigi Terlalu Lama Bisa Memicu Kerusakan Permukaan Gigi, Dokter: Idealnya 2 Hingga 5 Menit

2. Bleaching gigi

ilustrasi gigi putih setelah bleaching
ilustrasi gigi putih setelah bleaching (grid.ID)

Perawatan ini berfungsi untuk meningkatkan tingkat kecerahan pada warna gigi.

Bagi Anda yang memiliki masalah gigi kuning, bleaching gigi merupakan perawatan yang tepat dilakukan.

Baca juga: Dokter Ingatkan Prinsip Dasar Tujuan Membersihkan Gigi: Sebatas Melepaskan Sisa Makanan

3. Veneer gigi

Ilustrasi veneer gigi
Ilustrasi veneer gigi (banjarmasin.tribunnews.com)

Veneer merupakan salah satu perawatan gigi yang berfungsi untuk mengatasi permasalahan gigi renggang (diastema).

Veneer gigi terdiri dari dua jenis. Yaitu veneer direct dan indirect.

Veneer direct mirip seperti prosedur tambal gigi.

Sementara veneer indirect harus dibuat di laboratorium.

Baca juga: Makanan Bersantan Memicu Rongga Mulut Menjadi Kering, Dokter Gigi Sebut Jadi Penyebab Bau Mulut

Baca juga: Memiliki Riwayat Penyakit, Apakah Berpengaruh pada Proses Pemasangan Gigi Palsu Dok?

Penjelasan drg. Kenzi Paula Mariska dikutip dari tayangan YouTube Tribun Kaltim Official, 22 Juli 2020.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved