Breaking News:

Dokter Jelaskan Prosedur Operasi Celah Bibir hingga Proses Rekonstruksi Terakhir, Simak Berikut Ini

Berikut ini simak penjelasan dokter gigi bedah mulut mengenai prosedur operasi celah bibir.

Freepik.com
Ilustrasi dokter spesialis bedah mulut 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Gigi Yossy Yoanita Ariestiana, Sp.BM menjelaskan prosedur operasi celah bibir hingga rekonstruksi terakhir.

Celah bibir atau biasa disebut dengan bibir sumbing merupakan suatu kondisi yang umum terjadi di Indonesia.

Celah tersebut bisa muncul di tengah, kanan, atau bagian kiri bibir.

Kondisi ini merupakan suatu kelainan yang diderita sejak lahir.

Baca juga: Dokter Gigi Sebut Jika Sariawan Bisa Disebabkan Akibat Infeksi Virus, Jamur atau Bakteri

Diketahui celah bibir dapat terjadi karena faktor genetik.

Dilansir TribunHealth.com dari tayangan YouTube Tribun Timur, Yossy menuturkan, penanganan yang dapat diberikan pada penderita celah bibir adalah dengan melakukan operasi.

Operasi pertama atau biasa disebut dengan primery surgery biasa dilakukan pada usia bayi 10 hingga 18 bulan.

Ilustrasi bibir sumbing
Ilustrasi bibir sumbing (grid.ID)

Baca juga: Dokter Jabarkan Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan pada Anak dengan Kondisi Kelainan Bibir Sumbing

Operasi ini diberikan untuk mengatasi celah bibir, dengan tujuan spesifiknya yaitu menutup celahnya.

Selanjutnya bila selama proses penanganan ditemukan celah langit-langit dan celah gusi maka akan diagendakan operasi selanjutnya.

Operasi ini akan dilakukan menunggu anak berusia 7 hingga 9 tahun.

Meskipun terdapat beberapa pendapat yang mengatakan operasi dapat dilakukan pada usia 4 hingga 6 tahun.

"Ada beberapa orang yang bilang kita dapat melakukan operasi pada usia 4 sampai 6 tahun, ada yang bilang 7 sampai 9 tahun."

"Kalau saya berpikir 7 sampai 9 tahun," imbuh Yossy.

Ilustrasi Operasi bibir sumbing
Ilustrasi Operasi bibir sumbing (Tribunbatam.id)

Operasi tersebut dilakukan sebelum gigi taring mulai bertumbuh.

Rekonstruksi

Lebih lanjut, Yossy memaparkan, bila hasil operasi pertama tidak memuaskan, maka dapat dilakukan rekonstruksi (diperbaiki).

Perbaikan ini dapat dilakukan pada usia 4 hingga 5 tahun.

Namun dengan catatan, bila pasien sudah merasa sangat terganggu dengan hasil operasi yang pertama.

Baca juga: Menurut Dokter Gigi, Penyebab Pasti Sariawan Harus Diidentifikasi Terlebih Dahulu

Baca juga: Apakah Kehilangan Gigi Depan Bisa Menyebabkan Kerusakan pada Gigi Lain Dok?

Penjelasan drg. Yossy Yoanita Ariestiana, Sp.BM ini dikutip dari tayangan YouTube Tribun Timur, 24 September 2020.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved