Breaking News:

Stres Dapat Memicu Terjadinya Rambut Rontok, Berikut Penjelasan Dokter Kecantikan

Rambut rontok merupakan kondisi lepasnya rambut secara berlebihan yang dapat menyebabkan terjadinya penipisan rambut atau kebotakan.

Pixabay
Ilustrasi - Rambut rontok karena stres 

TRIBUNHEALTH.COM - Masa pandemi mengubah perilaku banyak orang, seperti harus menggunakan masker, menjaga jarak, dan bahkan di rumah saja.

Pandemi yang mengharuskan banyak orang di rumah saja inilah yang menyebabkan terjadinya stres pada sebagian orang.

Dokter tegaskan bahwa stres tersebut dapat memicu berbagai masalah pada tubuh, salah satunya memicu terjadinya rambut rontok pada seseorang.

Rambut rontok merupakan kondisi lepasnya rambut secara berlebihan.

Kondisi inilah yang dapat menyebabkan terjadinya penipisan rambut atau kebotakan, baik sementara ataupun permanen.

Dilansir TribunHealth.com, dalam tayangan YouTube Tribun Health program Beauty Health, Dokter Kecantikan dari Lumina Aesthetic, dr. Ni Wayan Julyani menjelaskan penyebab terjadinya rambut rontok.

Baca juga: Dok, Kenapa Pasien yang Menjalani Kemoterapi Rambutnya Menjadi Rontok?

Ilustrasi - Rambut rontok yang disebabkan karena stres
Ilustrasi - Rambut rontok yang disebabkan karena stres (Grid.id)

dr. Julyani membenarkan bahwa stres yang berlebih bisa memicu terjadinya rambut rontok.

"Tanda stres itu sendiri memang diawali dengan adanya rambut rontok," terang dr. Julyani.

"Biasanya kalau pada batas normal, rambut rontok itu terjadi kurang dari 100 helai per hari."

"Namun jika sudah lebih dari batas normol, kondisi tersebut harus diwaspadai."

Halaman
123
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved