Breaking News:

Dokter Gigi Jelaskan Tindakan yang Harus Dilakukan pada Abses Gigi

Abses gigi merupakan terbentuknya nanah akibat infeksi parah pada bagian pulpa gigi yang menyebar ke bagian akar.

Freepik.com
Ilustrasi mengalami keluhan pada akar gigi-Simak penjelasan dokter berikut ini. 

TRIBUNHEALTH.COM - Bengkak pada gusi yang sering terjadi bahkan menahun bisa dikatakan merupakan bengkak kronis.

Bengkak terdapat dua jenis yaitu bengkak akut dan bengkak kronis.

Bengkak akut merupakan bengkak yang baru terjadi dan biasanya menimbulkan rasa sakit yang tidak tertahankan.

Bengkak kronis biasanya tubuh kita sudah dalam kondisi menerima atau baik, namun sebenarnya infeksinya sudah ada dan terlokalisir.

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Ortodontik, drg. Citra Paramita menanggapi pertanyaan @nitiadjieee tentang abses gigi dan infeksi dalam tayangan Kompas TV program Sapa Indonesia Pagi (20/08/2020).

Abses gigi merupakan terbentuknya nanah akibat infeksi parah pada bagian pulpa gigi yang menyebar ke bagian akar.

Baca juga: Ini Hal yang Harus Dilakukan saat Mengalami Abses pada Gusi

Baca juga: Dokter Spesialis Ortodontik Jelaskan Perawatan pada Gigi Berlubang Sebelum Memasang Kawat Gigi

Ilustrasi mengalami abses gigi
Ilustrasi mengalami abses gigi (Freepik.com)

"Pada saat tubuh kita dalam keadaan down atau tidak sehat, biasanya akan kambuh lagi abses giginya ini," jelas drg. Citra.

"Jika misalnya ada keluhan tidak sakit, bisa terjadi kemungkinan bahwa gigi tersebut sudah mati," lanjutnya.

Gigi yang sudah mati merupakan rumah dari gigi infeksi atau rumah dari bakteri.

"Jadi abses ini bisa terjadi secara berulang," tegas drg. Citra.

2 dari 3 halaman

"Kondisi ini perlu dilakukan kontrol ke dokter gigi dan tidak bisa hanya menggunakan antibiotik saja," tegasnya.

"Antibiotik hanyalah peredam sesaat, oleh karena itu harus tetap melakukan perawatan," jelas drg. Citra.

Perawatan bisa dilakukan dengan perawatan saluran akar atau pembersihan gigi.

Baca juga: Dokter Spesialis Ortodontik Jelaskan Mengenai Penyebab Gigi yang Gagal Dilakukan Pencabutan

ilustrasi sakit gigi
ilustrasi sakit gigi (tribunnews.com)

"Jika memang lubang gigi sudah terlalu besar dan giginya mengalami infeksi yang sudah menyebar, maka harus dilakukan pengangkatan atau ekstraksi dari gigi tersebut," terang drg. Citra.

"Apabila tetap dipertahankan maka gigi tersebut akan recurrent kembali," lanjutnya.

Recurent yang tidak dirawat dengan baik, maka impact dari gigi abeses tersebut bisa menyebar ke gigi disebelahnya.

"Jadi jangan sampai di absesnya ini mengganggu kesehatan gigi dan mulut yang lain," tegas drg. Citra.

"Kondisi ini takutnya akan mengganggu pengunyahan dan kesehatan yang lainnya juga," lanjutnya.

Infeksi sangat berkaitan dengan pembuluh darah.

Baca juga: Apakah Gigi Patah Bisa Dilakukan Bleaching? Berikut Penjelasan Dokter Gigi

Ilustrasi sakit gigi
Ilustrasi sakit gigi (Freepik.com)

"Apabila hal ini sudah terjaring ke pembuluh darah dan daya tahan tubuh yang tidak baik, maka pada pasien yang memiliki riwayat endokarditis bisa memicu infeksi yang berkelanjutan, terang drg. Citra.

3 dari 3 halaman

"Untuk ibu hamil, infeksi yang terjadi ini juga bisa menembus ke plasenta," lanjutnya.

Bagi ibu hamil, apabila terdapat gigi infeksi sebaiknya tidak diremehkan kesehatan gigi dan mulutnya.

Sedangkan infeksi gigi yang terjadi pada molar atas bisa menyebabkan terjadinya sinusitis.

Penjelasan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Ortodontik, drg. Citra Paramita dalam tayangan Kompas TV program Sapa Indonesia Pagi 20 Agustus 2020.

Baca juga: Mengenal Impaksi Gigi, Apakah Harus Dicabut Atau Tidak? Simak Ulasan Dokter

Baca juga: Dokter Gigi Jelaskan Penyebab Terjadinya Gigi Gingsul

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/Irma Rahmasari)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved