TRIBUNHEALTH.COM - Dokter spesialis kulit dan kelamin, Kardiana Purnama Dewi, berbicara soal jerawat dalam program Ayo Sehat Kompas TV.
dr Kardiana menjelaskan, apabila jerawat yang dialami berada pada tingkat sedang atau berat, maka perlu berobat ke dokter.
Dengan demikian, pasien akan segera mendapatkan penanganan yang tepat.
"Karena ada juga satu tipe jerawat yang susah banget diobatin. Namanya acne conglobata," papar dr Kardiana, dikutip TribunHealth.com dari tayangan yang diunggah pada 22 Mei 2021 tersebut.
Jerawat ini berupa nodul kistik merah besar.
Baca juga: Kulit Berjerawat Membutuhkan Pengobatan yang Khusus dan Segera, Berikut Penjelasan Dokter Kulit
Baca juga: Bentol Akibat Gigitan Nyamuk, Apakah Tergolong pada Penyakit Kulit Dok?

"Meradang semua bukan hanya di wajah, leher-leher, sampai punggung," lanjutnya.
Selain mengganggu penampilan, jerawat ini juga terasa sakit.
Pasalnya bentuknya besar dan bernanah.
Kemudian, dr Kardiana juga menjelaskan soal kemungkinan komplikasi.
Satu di antara masalah lain yang bisa timbul adalah munculnya scrub atau bopeng bekas jerawat.
Bopeng yang muncul bisa memiliki ukuran yang tidak sama.
Ketika parah, bukan tidak mungkin bopeng berukuran besar dan mengganggu penampilan.
Selain itu, warnanya juga tidak sama.

Baca juga: Ini Penyebab Wajah Mudah Berjerawat Meski Hanya Di Rumah Saja
Baca juga: Begini Cara Mengatasi Jerawat yang Muncul di Punggung dan Dada
"Banyak yang kadang kita lihat jerawat sudah tidak ada, tapi bopeng masih merah rame gitu," sebut dr Kardiana.
Adapun bekas jerawat yang sudah sembuh justru malah berwarna hitam.
Berbagai dampak lanjutan itu bisa berefek pada kepercayaan diri yang bersangkutan.
Dokter Kardiana menyebut depresi juga bisa terjadi akibat merasa tidak pede denngan bekas jerawat yang dialami.
Baca artikel lain seputar kesehatan umum di sini.
(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)