Breaking News:

Mengenal Penyebab dan Gejala dari Usus Buntu (Appendicitis)

Sesuasi dengan namanya, usus buntu merupakan usus yang tidak memiliki jalur. Ukuran usus buntu sebelum terjadi peradangan kecil seperti cacing.

Kompas.com
ilustrasi usus buntu 

TRIBUNHEALTH.COM - Appendicitis adalah radang usus buntu.

Kenapa usus buntu bisa meradang?

Sesuai dengan namanya, usus adalah bagian kecil yang buntu di dekat usus besar.

Ukuran usus buntu normalnya sangat kecil, jika terjadi peradangan pada usus buntu maka ukurannya akan membesar seukuran ibu jari.

Usus buntu yang tersumbat, sehingga menyebabkan peradangan.

ilustrasi usus buntu
ilustrasi usus buntu (Kompas.com)

Baca juga: Berapa Persentase Kebutuhan Gizi Orang Lansia Per Hari? Begini Penjelasan Ahli Gizi

Yang bisa menyebabkan sumbatannya biasanya adalah:

Pertama, pembesaran getah bening di sekitar usus buntu.

Atau karena terdapat kotoran yang mengeras sehingga masuk kedalam usus buntu, sehingga menimbulkan sumbatan.

Didalam medis biasanya disebut dengan Appendicolite atau Vecolipe.

Pada keadaan appendicitis yang baru pertama kali terjadi secara tiba-tiba atau appendicitis akut.

Ilustrasi radang usus buntu
Ilustrasi radang usus buntu (jogja.tribunnews.com)

Baca juga: Dok, Pemasangan Gigi Palsu Apakah Aman dan Tidak Mudah Lepas?

Saat pasien datang ke IGD, dan pasien sangat kesakitan maka akan diberikan antibiotik dan anti nyeri.

Biasanya pasien akan merasakan bahwa gejala mulai meringan.

Apabila gejala menghilang, akan menjadi radang yang kronik.

Didalam penelitian serangan nyeri pada pasien bisa timbul lagi kurang lebih selama 3 bulan dan harus dioperasi.

Pada orang dewasa, umumnya dikarenakan penyumbatan kotoran yang mengeras sehingga sumbatannya akan tetap ada.

Oleh karena itu sangat disarankan untuk operasi.

Baca juga: Belum Tentu Sinusitis, Dokter Sebut Hidung Mampet Bisa Terjadi karena Reaksi Alergi Biasa

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV bersama dengan Dr. Aris Ramdhani, Dokter spesialis bedah. Rabu (11/11/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved