Breaking News:

Kondisi Mikropenis Ternyata Bisa Pengaruhi Kadar Gula Darah, Simak Penjelasan Berikut Ini

dr Binsar Martin Sinaga jelaskan keterkaitan kondisi mikropenis dengan kadar gula darah

Pixabay
Ilustrasi cek gula darah diabetes 

TRIBUNHEALTH.COM - dr Binsar Martin Sinaga menyinggung kondisi mikropenis ketika berbicara mengenai diabetes.

Hal itu ia sampaikan dalam program Edukasi Seksual Tribunnews.

"Kita kan sering cerita yag namanya mikropenis pada anak pria," kata dr Binsar membuka pembahasan.

"Itu (mikropenis) kan tanda hormon testosteron mulai menurun," jelasnya.

Ketika hormon tersebut menurun, maka akan diubah menjadi estrogen.

Rupanya, kondisi ini turut berpengaruh pada kadar gula darah.

"Hati-hati. Pada saat testosteron turun menjadi estrogen pada pria," dr Binsar mewanti-wanti.

Ilustrasi cek gula darah diabetes
Ilustrasi cek gula darah diabetes (Pixabay)

Baca juga: Dokter Bagikan Tips Agar Anak Tak Mewarisi Penyakit Diabetes Orangtua

Baca juga: Kenali Tanda-tanda Diabetes Berikut Ini sebelum Berpengaruh terhadap Kualitas Ereksi Pria

Pasalnya hormon tersebut juga memiliki fungsi untuk menjaga kadar gula dalam darah.

"Sehingga akibatnya adalah si anak pria tersebut akan mengalami kadar gula darah. Itu bisa terjadi," lanjut dr Binsar.

Sebelumnya, dr Binsar sempat membahas mengenai mikropenis.

Mikropenis merupakan gangguan pertumbuhan pada organ vital anak lelaki.

Kendati tidak hanya itu saja.

"Tidak sekedar penis saja yang tidak bertubuh tetapi juga testisnya atau yang namanya buah zakarnya," kata dr Binsar.

Ilustrasi kondisi mikropebis pada pria
Ilustrasi kondisi mikropebis pada pria (pixabay.com)

Baca juga: Apakah Luka Berkepanjangan Selalu Jadi Tanda Diabetes?

Baca juga: Dokter Jelaskan Mengapa Penderita Diabetes Alami Gangguan Tidur, Sebut Perlu Perhatian Serius

"Sehingga apa yang terjadi? Pada saat nanti udah mencapai usia dewasa kita akan melihat yang namanya satu kondisi infertil."

Menurut dr Binsar, mikropenis bisa terjadi karena anak banyak mengkonsumsi asupan estrogen semasa balita hingga 13 tahun.

"itu banyak terdapat di mana terutama banyak terdapat di ayam negeri," jelas dr Binsar.

Ketika kadar estrogen sudah mulai banyak, biasanya anak akan mengalami obesitas.

Selain tumbuh gemuk, penis si anak juga tidak tumbuh.

"Selain penis yang tidak bertumbuh maka testisnya juga mengecil, atau dalam artian tidak berkembang. Karena apa? Karena testosteron dalam tubuh dia berkurang."

"Nah kondisi ini yang akan mengakibatkan si anak pria itu akan mengakibatkan kemandulan."

Pasalnya jumlah hormon testosteron, yang berfungsi untuk membentuk sel sperma, berkurang jauh."

Bahkan, dr Binsar menyebut sampai tidak memproduksi spermatozoa sama sekali.

Baca artikel lain seputar kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: anrosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved