Trend dan Viral

8 Tahun Banting Tulang sebagai Single Parent, Ibu Menangis saat Anak Pilih Ikut Ayah yang Sudah Kaya

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ibu menangis anaknya memilih hidup bersama sang ayah

Mantan suami tiba-tiba datang

ILUSTRASI kaya raya (Tribunnews.com)

Baca juga: Pesawat Jatuh di Hutan Amazon, Ibu Korbankan Diri agar 4 Anaknya Mudah Ditemukan Tim Penyelamat

8 tahun hidup sebagai ibu tunggal, terlepas dari kesulitan keuangan, Li sangat mencintai anaknya dan menjaga satu sama lain.

Tetapi tiba-tiba kehadiran seorang pria secara tak terduga mengubah segalanya.

Pria itu tak lain adalah mantan suaminya.

Ternyata setelah menelantarkan istri dan anak, dia memasuki kota untuk berbisnis.

Dari bisnis itu dia berhasil mendapatkan banyak uang dan menjadi kaya raya.

Tidak hanya membeli dua rumah, tetapi juga menikahi dengan wanita lain.

Anak lebih memilih ikut ayah

Meski sudah sukses, dia masih memendam kerinduan dengan putra semata wayangnya

Jadi dia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya untuk berkunjung, berharap untuk menebus bertahun-tahun waktu yang terbuang.

Mengetahui bahwa ayahnya sudah kaya dapat memenuhi kebutuhannya lebih baik daripada ibunya yang miskin di pedesaan, sang anak justru memutuskan untuk ikut ayahnya.

Baca juga: Dokter Kaget Lihat Hasil Rontgen Balita Ini, Ada Gumpalan 40 Permen Karet dalam Perut, Kok Bisa?

Ibu marah dan frustrasi

Tindakan tersebut membuat sang ibu sangat marah dan sakit hati.

Dia menangis karena frustrasi.

Dia masih tidak percaya bahwa anak laki-laki yang tidak tahu berterima kasih itu memilih hidup bersama ayahnya yang kaya dan menelantarkan ibunya begitu saja.

Namun sang anak memang merasa kurang kasih sayang ayah dan berharap masa depannya bisa diisi oleh sosok ayah, tanpa menghilangkan cintanya terhadap ibu.

Kata sang ayah

Delapan tahun yang lalu, dia pergi dari rumah karena konflik dengan sang istri terkait kondisi ekonomi.

Dia menyebut Li sering menyalahkannya karena tidak mendapatkan cukup uang untuk menghidupi istri dan anaknya.

Hal itu membuatnya marah dan melarikan diri.

Setelah itu, dia menikahi wanita lain, memulai bisnis bersama, dan lambat laun menjadi sukses.

Ketika dia punya uang, dia kembali ke kampung halamannya karena dia ingin membawa putranya untuk tinggal bersama di kota agar sang anak memiliki kehidupan yang lebih memuaskan.

Dapatkan produk kesehatan di sini

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)