Sehingga makanan tersebut mengalami proses fermentasi, ada pembusukkan, meradang karena dekat dengan gusi.
Pada akhirnya gusi menjadi bengkak.
Karena adanya proses infeksi di bagian tersebut.
Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak.
Pada orang dewasa harus dilihat terlebih dahulu.
Apakah abses terkait penyakit gangguan pada gigi, adanya infeksi gigi berlubang sehingga berpengaruh sampai area akar dan terjadi pembusukkan.
Ataukah anomali lain seperti adanya rasa sakit pada saat ditekan.
Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan secara lengkap.
Meliputi pertanyaan secara detail.
Kemudian pemeriksaan fisik, dokter akan menyentuh area mana yang merasakan nyeri.
Nyerinya seperti apa, apakah menjalar atau seperti apa.
Termasuk apakah giginya goyah ataukah giginya masih pada tempatnya.
Dan apakah ada krepitasi pada kasus kejadian kista yang sudah meluas.
Kondisi ini juga dapat menyebabkan tulang terdesak.
Baca juga: Apakah Penggunaan Kawat Gigi Dapat Mengubah Bentuk Rahang, Dok?
Baca juga: WHO Jelaskan Pentingnya Vaksinasi dalam Melawan Covid-19, Tak Hanya Melindungi Diri Sendiri
Sehingga ada krepitasi dan pada saat ditekan seperti ada tulang yang retak.
Hal ini biasanya bukan disebabkan oleh penyakit pada gigi.
Namun karena kista yang sudah meluas.
Jika kista kecil, biasanya dapat diketahui dari foto rontgen.
Penjelasan Dokter Spesialis Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan Tribunnews.com program Sapa Dokter edisi 15 Januari 2021.
(Tribunhealth.com/Dhiyanti)
Baca berita lain tentang kesehatan di sini.