TRIBUNHEALTH.COM - Jika TBC bisa menyerang paru, bagaimana cara membedakan flek paru dan tuberkulosis pada kondisi yang sama?
Dokter spesialis anak konsultan respirologi, Dr. dr. Rini Savitri menyampaikan tanggapannya melalui tayangan YouTube TribunHealth.
"Orang awam itu sering bilangnya flek paru gitu. Jadi intinya TBC itu sebenarnya tidak bisa ditegakkan diagnosisnya cuma dari hasil rontgen toraks aja sebenanrya. Memang pada rontgen toraks bisa dijumpai seperti flek," ujar Dr. dr. Rini Savitri.

Baca juga: Ada Berapa Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama September 2023?
Jadi oleh karena itu mungkin orang awam lebih mudah mengatakan ada flek paru sama dengan TBC. Tapi sebenarnya semua infeksi paru bisa menyebabkan adanya infiltrat, jadi kelihata seperti flek pada parunya," lanjutnya.
Misalnya seorang anak dilakukan rontgen foto dan dinyatakan suspect TBC.
"Nah, kita tidak bisa menegakkan diagnosis cuma dari rontgen toraksnya aja. Jadi harus ada pemeriksaan yang lain dan harus kita lihat gejala klinis dari anak tersebut memang mendukung ke arah TBC atau tidak," jelas Dr. dr. Rini Savitri.
Kenapa?
Karena biasanya rontgen toraks pada TBC anak tidak khas.
Baca juga: Adik Dosen UIN Solo Tepis Pengakuan Pelaku Mengenai Ucapan Korban, Sudah Dibunuh, Difitnah Juga
Ada beberapa gambaran yang khas, tapi sebagian besar gambaran tidak khas.
"Oleh karena itu kita tidak bisa menegakkan diagnosis TBC paru hanya dari rontgen toraks saja," katanya.
Seringkali orang menyebut ketika anak mengalami TBC, gejalanya sulit dideteksi.
Apakah gejala tuberkulosis sulit dikenali?
"Mungkin gejalanya dikatakan sulit dideteksi karena menyerupai gejala yang lain. Jadi maksudnya itu gejala yang menonjol adalah gejala yang tidak khas, jadi gejala yang tidak spesifik," kata Dr. dr. Rini Savitri.
Misalnya demam lama, penyebab demam tergolong bermacam-macam.
Baca juga: Orangtua Perlu Simak! dr. Boyke Beri Penjelasan 5 Cara Mudah Memberi Pendidikan Seks pada Anak
Anak yang tidak mau makan penyebabnya kemungkinan juga bermacam-macam.
Maka dari itu terkadang orangtua tidak aware bila gejala yang dialami oleh anak mengarah ke TBC.
"Tapi mungkin yang paling penting adalah apabila dijumpai adanya kontak, yaitu kasus index ya. Jadi ada penderita TBC di rumah, misalnya seperti itu," lanjutnya.
Misalnya apakah ibu mengalami sakit TBC, atau kakek mengalami sakit TBC.
Maka semua anak-anak yang ada di rumah tersebut harus di skrining, harus dilihat apakah ada sakitnya atau tidak.
Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Health bersama dengan Dr. dr. Rini Savitri, M.Ked (Ped)., Sp.A(K). Seorang dokter spesialis anak konsultan respirologi.
(TribunHealth.com/PP)