Breaking News:

Faktor Genetik dan Lingkungan Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Menurut Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K) pertumbuhan itu berupa berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan dan sebagainya.

Pixabay.com
Ilustrasi masa tumbuh kembang anak, begini pemaparan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K) 

TRIBUNHEALTH.COM - Pertumbuhan dan perkembangan merupakan fase yang pasti dialami oleh setiap orang.

Pasalnya yang membedakan manusia satu dengan yang lainnya ialah hasil dari pertumbuhan dan perkembangan itu sendiri, faktor hereditas, faktor lingkungan, dan waktu.

Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K) menuturkan jika pertumbuhan merupakan bertambah banyaknya atau bertambah besarnya sel-sel organ tubuh anak, dimana anak dulunya masih kecil kini sudah besar, berat badan anakpun juga semakin besar.

Hal serupa juga terjadi pada tinggi anak yang semakin bertambah.

Lain halnya dengan perkembangan, perkembangan adalah pematangan fungsi dari masing-masing organ tubuh.

Baca juga: Kolesterol yang Tinggi Bisa Mengendap Menjadi Batu Empedu, Berikut Beberapa Faktor yang Memengaruhi

Ilustrasi pertumbuhan anak, begini pemaparan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K)
Ilustrasi pertumbuhan anak, begini pemaparan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K) (Pixabay.com)

Baca juga: Yuanita Ani S. M.Kep.,NS Ungkap Alasan Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Pria dan Wanita

"Jadi pada saat lahir bayi hanya terlentang saja kemudian umur 6 bulan bisa berbalik atau tengkurang, lalu pada 1 tahuhn bisa berjalan ataupun berbicara, itu adalah perkembangan," ungkap Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K).

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K) yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 29 Januari 2022.

Jadi pada waktu yang bersamaan, anak tumbuh menjadi lebih besar termasuk organ-organnya.

Tak hanya itu saja, fungsinya juga akan bertambah.

"Dari yang tidak bisa apa-apa menjadi bisa ngomong, dan lain sebagainya," sambung Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K).

2 dari 3 halaman

"Sehingga boleh dikatakan jika pertumbuhan adalah kuantitatif jumlahnya, sementara perkembangan adalah kualitatif per kualitasnya," timpal Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K).

Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K) berharap agar para orang tua bisa lebih memahami pertumbuhan dan perkembangan anak.

Menurut Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K), pertumbuhan itu berupa berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan dan sebagainya.

Banyak sekali aspek atau faktor-faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan.

Baca juga: Efek Penggunaan Celana Ketat Jangka Panjang Tidak Bagus bagi Pria, dr. Binsar Sampaikan Alasannya

Ilustrasi faktor genetik, begini penuturan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K)
Ilustrasi faktor genetik, begini penuturan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K) (grid.id)

Baca juga: Sariawan Memang Tidak Menular, Namun Keberadaannya Dapat Menimbulkan Rasa Sakit dan Tidak Nyaman

  • Faktor genetik

Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K) mengatakan jika utamanya dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor genetik yang merupakan faktor keturunan dari gen maupun kromosom orang tuanya.

"Jadi manakala suami istri sudah menikah kemudian dia hamil, di dalam bayinya terdapat dua kromosom, separuh kromosom dari ibunya dan separuh kromosom dari bapaknya," pungkasnya.

"Itu nanti pengaruhnya kalau bapaknya pintar, ibunya pintar, mudah-mudahan secara genetik anaknya juga pinter," imbuh Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K).

"Kalau bapaknya tinggi, ibunya tinggi, mudah-mudahan anaknya juga tinggi, itu adalah faktor genetik atau faktor keturunan," ulas Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K).

  • Faktor lingkungan

Berdasarkan penjelasan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K), faktor lingkungan yang baik harus bisa menyediakan kebutuhan dasar anak agar mendapatkan tumbuh kembang yang optimal, terutama pada kebutuhan pangan harus memenuhi gizi yang baik.

Apalagi pada bulan pertama atau 1.000 hari pertama kehidupan, gizi anak harus tercukupi.

Baca juga: Masa Menopause Bukan Akhir Hidup Seorang Wanita, Begini Kata dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS

Ilustrasi tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak, simak penjelasan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K)
Ilustrasi tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak, simak penjelasan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K) (kompas.com)

Baca juga: Tersedak Makanan Pedas Selang Beberapa Jam Keluar Riak Berupa Darah? Ini Kata Dokter

3 dari 3 halaman

Ini bertujuan agar anak tidak mengalami gangguan tumbuh kembang baik terjadinya stunting atau masalah tumbuh kembang lainnya.

"Kebutuhan dasar yang harus terpenuhi adalah asah, asuh, dan asih," tambah Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K).

Dari penjelasan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K), diharapkan para orang tua bisa lebih memahami arti dari pertumbuhan dan perkembangan.

Baca juga: Waspada, Sederet Risiko Jika Pasang Behel pada Tukang Gigi menurut drg. H. Rahmat Juliadi, M.H.Kes

Penjelasan Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp. A (K) dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 29 Januari 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved