Breaking News:

dr. Vincentus Yoshua, Sp.KFR Jelaskan Mengenai Disabilitas dalam Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

Tentu kita tidak asing dengan kata disabilitas, yakni gangguan atau kelemahan yang dialami seseorang.

tribunnews.com
ilustrasi disabilitas 

TRIBUNHEALTH.COM - Di dalam ranah kedokteran fisik dan rehabilitasi, sebenarnya tidak hanya mengenal istilah disabilitas.

Tetapi dikenal dengan tiga istilah, yakni:

-Imparement atau gangguan

- Disabilitas

- Handicap

dr. Vincentius menyampaikan bahwa imparement perbedaanya dilihat dari sisi gangguannya.

Misal, pada anak disabilitas yang terlahir dengan gangguan Spinabifida sebagai contoh terjadi kelemahan pada kedua kakinya.

ilustrasi disabilitas
ilustrasi disabilitas (tribunnews.com)

Baca juga: Apakah Disabilitas Merupakan Bawaan dari Lahir? Simak Ulasan dr. Vincentus Yoshua, Sp.KFR

Gangguan atau kelemahan tersebut masuk ke dalam kategori Imparement.

Dari imparement tersebut, menyebabkan anak tidak bisa melakukan sesuatu, hal itulah yang disebut dengan disabilitas.

Sebagai contoh, anak tersebut tidak bisa perform berpindah dari tempat satu ke tempat yang lain tanpa bantuan.

2 dari 3 halaman

Tetapi perlu diketahui, apakah dari disabilitas tadi pasien tersebut akan jatuh ke dalam kategori handicap atau tidak.

dr. Vincentius menegaskan bahwa yang dimaksud dari kategori handicap adalah imparement dan disabilitas pasien masih bisa melakukan role atau perannya dalam masyarakat atau tidak.

Apabila pasien masih bisa melakukan peran dengan segala keterbatasannya, maka tidak masuk ke dalam handicap.

Baca juga: Dokter Rehab Medik Sebut Tidak Semua Penyandang Disabilitas Alami Masalah Sosial, Ini Alasannya

dr. Vincentius menyampaikan bahwa di dalam dunia fisik dan rehabilitasi, adanya imparement dan disabilitas, yang dicegah adalah jangan sampai masuk kedalam kondisi handicap.

Disabilitas merupakan fungsi yang tidak terlaksana atau ketidakmampuan seseorang untuk melakukan sesuatunya.

Di pemahaman awam, arti dari disabilitas adalah cacat, padahal tidak selalu dengan kondisi seperti itu.

Penyebab dari disabilitas tergolong sangat banyak, bahkan yang tidak masuk dalam kategori bawaan bisa saja menjadi penyebabnya.

Seperti contoh, seorang anak yang awalnya sehat dan tidak memiliki masalah tiba-tiba terjadi kecelakaan dan kemudian harus menjalani amputasi.

Anak tersebut akan memiliki disabilitas, tetapi belum tentu masuk ke dalam kategori handicap.

Baca juga: Tak Boleh Dikucilkan, Dokter Rehabilitasi Medik Serukan Penyandang Disabilitas Harus Dianggap Sama

dr. Vincentius mengatakan bahwa hal tersebut harus dijaga, dengan keterbatasannya anak tersebut bisa secara fisik dan psikisnya melakukan peran didalam masyarakat.

3 dari 3 halaman

Peran di dalam masyarakat sangat banyak, sehingga memerlukan bantuan untuk menemukannya satu per satu apa yang menjadi preferensi anak tersebut.

Disabilitas pada anak tidak selalu bawaan dari lahir, namun bisa terjadi ketika sudah dewasa dan mengalami insiden kecelakaan.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Health bersama dengan dr. Vincentus Yoshua, Sp.KFR. Seorang dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved