Breaking News:

drg. Lina Nurdianty Ungkap Beberapa Gejala Gigi Berlubang yang Bisa Diamati Seperti Perubahan Warna

Menurut drg. Lina Nurdianty gejala gigi berlubang yang mungkin bisa terlihat adalah terdapat bercak putih atau kusam pada permukaan gigi.

kids.grid.id
ilustrasi terjadinya gigi berlubang, simak penjelasan drg. Lina Nurdianty 

TRIBUNHEALTH.COM - Sakit gigi merupakan kondisi ketika bagian dalam atau sekitar gigi dan rahang terasa sakit atau nyeri.

"Gigi sakit itu biasanya pasti giginya mungkin diantaranya berlubang," tutur Dokter Gigi, drg. Lina Nurdianty.

Gejala gigi berlubang

Biasanya gejala gigi berlubang yang pertama adalah terjadinya perubahan warna pada gigi.

"Yang tadinya putih kok gigi saya jadi kusam ya gitu," sambung Dokter Gigi, drg. Lina Nurdianty.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Gigi, drg. Lina Nurdianty yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Cirebon program Tribun Health edisi 24 Agustus 2022.

Dokter Gigi, drg. Lina Nurdianty menambahkan jika gejala yang mungkin bisa terlihat adalah terdapat bercak putih atau kusam.

Baca juga: Penyebab Masyakat Banyak Alami Kanker Usus Besar (Kolon), Dokter: Salah Satunya Malas Bergerak

ilustrasi gigi berlubang, begini ulasan drg. Lina Nurdianty
ilustrasi gigi berlubang, begini ulasan drg. Lina Nurdianty (freepik.com)

Baca juga: drg. R. Ngt. Anastasia Paparkan Mengenai Masalah Keterlambatan Erupsi Gigi

Kemudian pasien bisa merasa ngilu apabila ada rangsangan berupa makanan manis, panas, dingin, maupun asam.

Apabila kondisi tersebut dibiarkan saja maka bisa menyebabkan lubang gigi menjadi lebih besar.

"Lama-lama lubangnya menjadi besar, langsung kerusakannya dari email, ke dentin, ke saraf gigi, jadilah sakit giginya berdenyut," kata Dokter Gigi, drg. Lina Nurdianty.

Bahkan jika lubang gigi sampai ke ujung akar gigi maka bisa menyebabkan abses gigi atau pembengkakan.

"Jadi itu ada lubang yang tidak segera ditambal, tidak ditangani, jadi langsung dibiarkan saja dan diabaikan. Jadi giginya menjadi sakit," sambungnya.

Umumnya sebagian besar masyarakat tidak akan mengunjungi dokter gigi apabila belum merasakan sakit.

Padahal terdapat beberapa tanda-tanda yang harus dipahami oleh pasien.

Menurut drg. Lina, apabila pasien rutin kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali akan merasakan banyak manfaat di mana pasien bisa mengetahui kondisi rongga mulutnya.

Selain itu, bisa terdeteksi lebih awal adanya lubang gigi baik berukuran kecil hingga sedang sehingga dokter gigi bisa langsung melakukan penambalan gigi.

Baca juga: Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Vaginismus? Ini Kata dr. Binsar Martin Sinaga

ilustrasi pasien rutin kontrol ke dokter gigi, begini penuturan drg. Lina Nurdianty
ilustrasi pasien rutin kontrol ke dokter gigi, begini penuturan drg. Lina Nurdianty (jakarta.tribunnews.com)

Baca juga: Ini Faktor Penyebab Karies Gigi dan Rampan Karies pada Anak yang Jarang Disadari Orangtua

"Tetapi kalau infeksinya atau kerusakannya sudah makin parah dan terjadi komplikasi itu perawatannya harus perawatan saluran akar," timpal drg. Lina Nurdianty.

Apabila komplikasi yang dialami pasien cukup berat biasanya pasien harus melakukan beberapa kali kunjungan ke dokter gigi.

"Atau bahkan kalau sudah hancur giginya kan sayang, harus dicabut, ompong, jadinya hilang giginya. Jadi kan sayang sekali ya," tambahnya.

"Kemudian kalau kita rutin ke dokter gigi, kita bisa menghemat tenaga, waktu, kemudian biaya juga. Karena kita lebih awal mendeteksi kelainannya," ungkap drg. Lina dalam tayangan YouTube Tribun Health.

Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved