Breaking News:

Kenali Bahaya Microsleep atau Tidur dalam Waktu Sekejap yang Disampaikan dr. Andreas Prasadja

Beberapa orang pasti pernah mengalami tidur sesaat meskipun sedang beraktivitas atau berkendara. Tidur yang sesaat ini disebut dengan microsleep .

otomotif.kompas.com
ilustrasi seseorang yang mengalami micrsleep saat berkendara 

TRIBUNHEALTH.COM - Tanpa disadari beberapa orang pasti pernah mengalami tertidur sesaat meskipun sedang sekolah, menonton TV, duduk, atau bahkan saat berkendara.

Tidur dalam waktu sekejap ini disebut dengan Microsleep.

Microsleep sebenarnya tertidur secara singkat.

Sebenarnya yang lebih berbahaya dari microsleep ialah penyebab terjadinya microsleep.

dr. Andreas Prasadja menyampaikan, penyebab microsleep lebih berbahaya dan beberpa orang saat berkendara terkantuk-kantuk bahkan dalam kondisi buka mata tetapi dalam kondisi tidur.

Seseorang yang berkendara dan kurang tidur, maka yang terjadi ialah sebagian otak tertidur dan sebagian otak sedang terjaga.

ilustrasi seseorang yang mengalami micrsleep saat berkendara
ilustrasi seseorang yang mengalami micrsleep saat berkendara (otomotif.kompas.com)

Baca juga: Apakah Tindakan Bedah pada Gusi Memerlukan Anastesi? Begini Penjelasan drg. Anastasia

Kejadian ini sangat berbahaya, karena ketika sedang mengalami halangan di jalan cenderung tidak bisa menghindar.

Microsleep termasuk gangguan tidur yang sangat tidak wajar, karena segala sesuatu yang menimbulkan rasa kantuk tergolong sangat tidak wajar.

dr. Andreas Prasadja menyampaikan bahwa yang dianggap sehat ialah saat bangun tidur tubuh merasa segar dan tidak merasa kantuk.

Sepanjang bangun tidur masih terasa kantuk, berarti ada hal yang kurang.

2 dari 2 halaman

Sayangnya masyarakat awam memahami gangguan tidur hanya insomnia, sering terbangun tengah malam dan sulit tidur kembali.

Masyarakat awam perlu mengetahui adanya penyakit tidur yang menyebabkan seseorang merasa ngantuk terus menerus.

Baca juga: Mungkinkah Seseorang Tidak Menyadari saat Mengalami Depresi? Begini Kata dr. Hary Purwono, Sp.KJ

Penyakit yang menyebabkan rasa kantuk secara terus-menerus atau rasa kantuk yang berlebihan disebut dengan Hypersomnia.

Gejala dari hypersomnia ialah sering merasa kantuk meskipun sudah tertidur.

dr. Andreas Prasadja menyampaikan bahwa seseorang yang mendengkur merupakan salah satu penyebab rasa kantuk berlebih.

Jika seseorang sering mendengkur, resiko kecelakaan lalu lintas berkisar 15 kali lipat dari orang yang tidak mendengkur.

Apabila seorang yang sering mendengkur dan tiba-tiba tersedak menandakan adanya gangguan nafas saat tertidur.

Gangguan nafas ini bisa berhubungan dengan hipertensi, diabetes, jantung, stroke dan lain sebagainya.

Ini diasmpaikan pada channel YouTube KompasTV bersama dengan dr. Andreas Prasadja. Seorang dokter praktisi kesehatan tidur. Kamis (13/1/2022)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved