Breaking News:

Waspada, Sering Kencing di Malam Hari Bisa Jadi Tanda Alami Sleep Apnea

Berikut ini simak penjelasan dokter mengenai tanda seseorang alami Sleep Apnea.

bali.tribunnews.com
Ilustrasi buang air kecil-simak penjelasan dokter mengenai tanda seseorang alami Sleep Apnea. 

TRIBUNHEALTH.COM - Sleep Apnea adalah suatu kondisi yang ditandai dengan henti napas saat tidur.

Kondisi ini seringkali diabaikan di Indonesia.

Lantaran gejala yang dimiliki sangat umum.

Baca juga: Suhu Air yang Digunakan Mandi Bisa Pengaruhi Kualitas Tidur, Jangan Gunakan Air Panas atau Dingin

Salah satunya ialah sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil.

Kondisi tersebut kerap dialami oleh pasien yang menderita Sleep Apnea.

ilustrasi penderita sleep apnea
ilustrasi penderita sleep apnea (freepik.com)

Dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV, Dokter Praktisi Kesehatan Tidur, Andreas Prasadja memberikan penjelasannya.

Menurut penuturan Andreas, kondisi tersebut bisa terjadi lantaran saat berhenti napas, pernapasan menjadi tersumbat, maka dada akan terus menyedot.

Sehingga membuat jantung menjadi terjepit.

Baca juga: Dokter Berhasil Lakukan Transplantasi Jantung Babi pada Manusia, Jadi yang Pertama dalam Kedokteran

Padahal, bila jantung bekerja kerasa pada saat tidur, maka akan mengeluarkan zat-zat yang sifatnya merangsang kencing.

Oleh karena itu, bila seseorang telah diindikasikan mengalami kondisi yang membaik dari Sleep Apnea adalah hilangnya kebiasaan terbangun untuk buang air kecil di malam hari.

Ilustrasi buang air kecil
Ilustrasi buang air kecil (jogja.tribunnews.com)

"Jadi salah satu tanda perbaikannya, hilang itu (kebiasaan kencing di malam hari)," jelas Andreas.

Baca juga: Hindari Kencing Manis dengan Konsumsi Makanan Berserat dan Minum Air Putih Minimal 8 Gelas Sehari

Berat Badan dan Sleep Apnea

Diketahui Sleep Apnea sangat berkaitan erat dengan berat badan.

Berdasarkan penjelasan Andreas, kondisi Sleep Apnea telah membuat kualitas tidur terganggu.

Dengan demikian maka akan memicu seseorang mudah untuk mengonsumsi makanan.

Ilustrasi mengonsumsi makanan
Ilustrasi mengonsumsi makanan (Pixabay.com)

"Kualitas tidur terganggu, kita ngantuk, bawaanya akan makan. Lalu otak kita kekurangan energi (tenaga)."

"Sumber tenaganya dari otak, cuma ada dua. Oksigen dan gula," terang Andreas.

Sehingga tubuh terasa akan mudah lapar, lalu kadar gula menjadi meningkat.

Baca juga: Winda Irwanti Tegaskan Penderita GERD Perlu Menhindari Menahan Lapar dan Makan Terlalu Kenyang

"Akhirnya jadi kemana-mana deh," tambah Andreas.

Penjelasan Dokter Praktisi Kesehatan Tidur, Andreas Prasadja, ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV, Senin (1/3/2021).

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved