Breaking News:

dr. Rani Himayani, Sp.M Jelaskan Mengenai 3 Jenis Kelainan pada Mata, Berikut Ulasannya

dr. Rani Himayani menyebutkan jenis kelainan mata antara lain, rabun jauh, rabun dekat, dan mata silinder yang dapat terjadi di berbagai usia.

Pixabay
Ilustrasi penggunaan kacamata minus 

TRIBUNHEALTH.COM - Mata adalah salah satu organ terpenting pada tubuh karena bertugas sebagai penglihatan.

Tak hanya organ tubuh lain saja, organ mata juga dapat mengalami kelainan.

Kelainan mata dapat terjadi di berbagai usia, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Kelainan mata ini dapat membuat penderitanya mengalami kesulitan dalam aktivitas sehari-hari.

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Mata, dr. Rani Himayani, Sp.M memberikan penjelasan menganai jenis kelainan mata dalam tayangan YouTube Tribun Lampung News Video.

dr. Rani menjelaskan jika kelainan mata sering kali disebut dengan kelainan refleksi.

Kelainan refleksi merupakan suatu gangguan penglihatan dimana kemampuan mata kita untuk membiaskan cahaya menjadi terganggu.

Berikut ini dr. Rani menjelaskan berbagai jenis kelainan mata yang sering dijumpai banyak orang.

Baca juga: Benarkah Keluhan Mata Minus Akibat Seringnya Menatap Layar Smartphone dan Komputer?

ilustrasi mengalami keluhan mata minus
ilustrasi mengalami keluhan mata minus (grid.id)

1. Rabun Jauh atau Miopia

Rabun jauh atau miopia sering disebut dengan mata minus yang merupakan kondisi dimana mata kesulitan melihat pada jarak jauh dengan jelas.

Menurut dr. Rani, ketika seseorang mengalami rabun jauh, cahaya yang masuk ke dalam mata tidak jatuh pada tempat semestinya yaitu retina.

Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan pada mata untuk melihat jauh dengan jelas.

Rabun jauh biasanya disebabkan karena faktor genetik dan dapat dibantu dengan penggunaan kaca mata minus, kotak lensa, hingga operasi mata atau lasik.

2. Rabun Dekat

Rabun dekat sering disebut dengan mata plus, dimana seseorang tidak dapat melihat atau membaca dengan jelas pada jarak yang dekat.

Rabun dekat ini dibedakan menjadi dua, yaitu hipermetropi dan presbiopi.

Hipermetropi adalah kondisi dimana penderita tidak dapat melihat objek jarak dekat dengan jelas, tetapi objek jarak jauh terlihat jelas.

dr. Rani menjelaskan, kondisi hipermetropi ini dimana sinar datang dan bayangan dari sinar yang masuk ke mata jatuhnya di belakang retina, sehingga jarak dekat tidak terlihat dengan jelas.

Hipermetropi seringkali dialami oleh bayi dan anak kecil.

Sedangkan prebiopi merupakan kondisi yang sama dengan hipermetropi, namun pada kasus prebiopi sering terjadi pada usia lanjut karena pertambahan usia.

Halaman
12
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved