Breaking News:

Ilmuwan Inggris: Setengah dari Semua Orang yang Mengalami Pilek Mungkin Positif Covid-19

Ilmuwan menyebut gejala Covid-19 bukan lagi selalu batuk, panas, atau pun anosmia

Pexels
Ilustrasi pilek akibat Covid-19 

TRIBUNHEALTH.COM - Para analis kesehatan memperkirakan, setengah dari orang Inggris yang mengalami gejala pilek mungkin sedang terinfeksi Covid-19, bukan flu biasa.

Temuan tersebut muncul ketika kasus Covid-19 di negara itu terus meroket.

Rekor lonjakan harian mencapai angka 119.789 kasus yang dilaporkan pada hari Kamis (23/12/2021), yang didorong oleh varian Omicron.

Para ilmuwan di balik aplikasi studi gejala ZOE di Inggris, menganalisis temuan itu berdasarkan data dari 64.119 tes swab yang dilakukan dalam dua minggu hingga 20 Desember.

Mereka membandingkan jumlah kasus yang menampakkan gejala flu dengan jumlah kasus Covid-19 yang dikonfirmasi.

Baca juga: Beberapa Hal yang Harus Diwaspadai Orang Tua Agar Anak Terhindar dari Covid-19

Baca juga: Apakah Penderita Penyakit Jantung Bawaan Boleh Vaksin Covid-19? Ini Kata dr. Syarif Rohimi, Sp.A (K)

Warga menjalani vaksinasi Covid-19 di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bunga Rampai 3, Jakarta Timur, Jumat (9/7/2021). Vaksinasi Covid-19 itu menggunakan mobil vaksin keliling yang belum lama diluncurkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Terdapat 16 mobil vaksin keliling yang beroperasi di Jakarta. Dengan mobil vaksin keliling, dapat mempercepat vaksinasi Covid-19 sehingga cepat mencapai herd immunity alias kekebalan komunitas.
Warga menjalani vaksinasi Covid-19 di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bunga Rampai 3, Jakarta Timur, Jumat (9/7/2021). Vaksinasi Covid-19 itu menggunakan mobil vaksin keliling yang belum lama diluncurkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Terdapat 16 mobil vaksin keliling yang beroperasi di Jakarta. Dengan mobil vaksin keliling, dapat mempercepat vaksinasi Covid-19 sehingga cepat mencapai herd immunity alias kekebalan komunitas. (Tribunnews/Herudin)

Data awal memang menunjukkan infeksi dengan Omicron lebih ringan.

Varian ini juga tak banyak mendorong lonjakan rawat inap seperti varian lain.

Namun, karena jumlah infeksi baru hampir dua kali lipat setiap dua hingga tiga hari, para ahli mulai khawatir.

“Jumlah kasus bergejala baru telah meledak selama seminggu terakhir,” kata Tim Spector, seorang ahli epidemiologi dan ilmuwan utama pada studi ZOE.

“Namun, varian yang sangat menular ini akan menginfeksi lebih banyak orang sebelum tahun ini berakhir."

Baca juga: Sakit Tenggorokan Bisa Jadi Tanda Covid-19, Simak Bedanya dengan Pilek dan Penyakit Lain

Baca juga: Satgas Covid-19 Ungkap Aturan Karantina Terkini, Pelanggar Ketentuan akan Ditindak Tegas

ilustrasi seseorang bergejala meskipun sembuh dari covid
ilustrasi seseorang bergejala meskipun sembuh dari covid (freepik.com)

"Untuk membantu kami memperlambat penyebaran, saran saya tetap: hindari berkumpul di dalam ruangan, dan, jika Anda bertemu dengan orang-orang, periksa semua orang bebas dari gejala flu, uji diri Anda sebelum dan dapatkan vaksinasi lengkap, ”kata Dr Spector.

Berdasarkan data awal dari penelitian, peneliti mengatakan gejala Covid yang paling penting bukan lagi batuk terus menerus, suhu tinggi, atau kehilangan rasa atau bau.

Bagi kebanyakan orang, infeksi dengan varian Omicron akan terasa lebih seperti flu biasa, “dimulai dengan sakit tenggorokan, pilek dan sakit kepala,” kata para ilmuwan.

“Kita perlu segera mengubah pesan publik untuk menyelamatkan nyawa karena setengah dari orang dengan gejala seperti flu sekarang memiliki Covid,” tambah Dr Spector.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved